Ini Kategori Muslim Yang Beruntung

Allah Sang Pengatur segala urusan, terutama urusan rizki makhluknya tak pernah salah apalagi meleset dari yang telah Ia ditentukan apalagi tertukar maka dari itu manusia tak perlu iri atau dengki kepada yang lain.

Orang muslim yang beruntung adalah yang diberikan kecukupan secara materi dan ketenangan ruhani. Kaya akan materi tapi kosong akan ruhani menyebabkan ketidakstabilan diri seseorang dalam menghadapi problematika kehidupan sehingga ia mudah pudar dan hidupnya tak terarah. Sebaliknya kaya akan ruhani tapi kosong akan materi menyebabkan seseorang menjadi tama’ atau selalu berharap pemberian orang lain. Allah berfirman dalam Surat An-Nahl: 97

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً ۖ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ (97

Artinya: “Barangsiapa mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (QS. An-Nahl:97).

Menurut Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ayat ini sebagai janji Allah kepada hambanya yang berbuat kebaikan dengan mengikuti aturan dari al-Qur’an atau Sunnah Nabinya baik laki-laki atau perempuan maka akan diberikan kehidupan yang nyaman dan tenteram dengan tercukupi secara materi dan ruhani saat di dunia dan beruntung diakhirat. Hal ini juga sesuai hadist nabi,

عن عبد الله بن عمرو بن العاص، أن رسول الله صلى الله عليه وسلم، قال: «قد أفلح من أسلم، ورزق كفافا،

وقنعه الله بما آتاه. رواه مسلم

Artinya:”Diriwayatkan dari Abdillah bin Amr bin Al-Ash RA bahwasanya Rasulullah bersabda:”Sesungguh beruntung menjadi orang Islam yang rizkinya tercukupi dan menerima (Qana’ah) atas pemberian-Nya. (HR. Muslim).

Imam al-Munawi dalam Faidhul Qadir menjelaskan bahwa orang yang beruntung adalah seseorang yang tercukupi kebutuhannya serta tak sampai mengalami kekurangan yang mencelakakan dirinya serta selalu sabar ketika mengalami kesusahan. Maka dari itu seorang muslim harus berusaha untuk mencukupi kebutuhannya dengan cara yang halal sesuai dengan aturan sehingga mendapatkan keberkahan dunia dan akhirat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *