Masyarakat Butuh Bimbingan bukan Ceramah Saja

Fenomena saat ini, para ustadz atau tokoh agama mulai menjamur terutama dengan berkahnya perkembangan teknologi, mereka mudah menyebarkan ide, pemikiran, bahkan ceramah-ceramah yang menggebu-gebu sampai jamaahnya kadang terlena serta lupa mengaca diri akan kemampuan dirinya dan berupaya ingin seperti ustadz yang ia kagumi.

Realita ini, jika para ustadz atau tokoh agama hanya mengandalkan ceramah belaka tanpa terjun ke masyarakat  bawah maka yang akan terjadi adalah terjadi kesenjangan antara jama’ah dan ustadz yang bahkan yang dikhawatirkan adalah salah dalam mengaplikasikan ajaran agama dalam kehidupannya.

Baca juga:http://masholeh.com/ini-empat-ciri-ulama-yang-mendalam-ilmunya/

Masyarakat kita butuh panutan yang selalu membimbing, mengayomi bahkan menenangkan ketika terjadi konflik horizontal bukan sebagai penyulut api permusuhan atau kerusuhan. Nabi dan sahabatnya mampu membuat perubahan besar yang tercatat dalam sejarah tidak hanya mengandalkan dari ceramah belaka dari mimbar ke mimbar  tetapi terjun langsung ke masyarakat sehingga mampu memahami kondisi di lapangan secara baik dan mengetahui solusi yang akan ditawarkan. Jika tokoh agama sudah menjaga jarak dari jama’ahnya maka masyarakat akan kehilangan tokoh yang menjadi idola atau panutan dalam kehidupannya.

Baca juga: http://masholeh.com/10-sifat-yang-harus-dimilik-seorang-ulama/

Abu al-Lais as-Samarkandi dalam Tanbih al-Ghafilin menjelaskan bahwa

العلماء سرج الأزمنة، فكل عالم مصباح زمانه يستضيء به أهل عصره

Para Ulama’ diumpamakan seperti lentera kehidupan, dan setiap orang alim merupakan penerang, pengayom masyarakat setiap masa masing-masing.

Dari sini dapat disimpulkan bahwa tokoh agama jangan sampai menutup diri akan kehidupan masyarakat sekitarnya sehingga tercipta keharmonisan dan kerukunan warga atas pencerahan dan arahan dari mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *