Pentingnya Menjaga Persatuan seperti yang Dilakukan Nabi

Setiap kompetisi, perlombaan pasti ada yang menang juga ada yang kalah. Begitu juga dalam Pemilu maupun Pemilihan Legislatif begitu juga Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Dari sini dibutuhkan sikap yang tenang bagi pemenang dengan tak terlalu senang akan kemenangan. Juga bagi yang kalah harus menerima dengan bijaksana.

Belajar dari kisah perselisihan antara Suku Aus dan Khazraj yang selalu bermusuhan selama 120 tahun. Padahal mereka merupakan satu keturunan. Dan salah satu jasa terbesar Nabi Muhammad adalah mendamaikan kedua suku tersebut sehingga menjadi bersatu, rukun dalam bermasyarakat. Hal ini sesuai dalam Surat Ali Imran: 103,

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُم بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنتُمْ عَلَىٰ شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّارِ فَأَنقَذَكُم مِّنْهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ.

Artinya:”Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.”

Baca : http://masholeh.com/tiga-golongan-ini-akan-dimudahkan-hisabnya/

Menurut Imam Ar-Razi dalam tafsirnya Mafatih al-Ghaib menjelaskan bahwa ayat ini ada berkaitan dengan ayat sebelumnya bahwa Allah memerintahkan kepada orang mukmin untuk melaksanakan ketaatan. Pertama, diperintahkan untuk bertakwa. Kedua, berpegang kepada tali Allah, Agama. Ketiga, mengingat nikmat Allah berupa diberikan perdamaian setelah terjadi permusuhan yang berkepanjangan.

Baca : http://masholeh.com/perkuat-tali-silaturrahmi-walau-berbeda-pilihan/

Agama Islam mempunyai misi perdamaian serta melarang umatnya saling bermusuhan karena hal itu akan merugikan dirinya sendiri maupun orang lain. Dari sini, Nabi Muhammad sebagai panutan dalam bersikap terutama beliau yang mendamaikan suku-suku maupun orang yang bersengketa sehingga menjadi rukun, damai serta bersatu salin melengkapi satu dan lainnya.

Baca : http://masholeh.com/amalan-yang-lebih-utama-daripada-ibadah-ibadah-sunnah/

Nikmat persaudaraan, persatuan harus disyukuri dengan cara yang bijaksana serta merawatnya melalui sering bersilaturahmi demi menjaga keutuhan bersama sehingga tercipta situasi yang kondusif dan aman.

Bagikan
About moh afif sholeh 680 Articles
Seorang penggiat literasi, serta aktif di kajian ISMA' Center (Islami Studies and Maqasid Al-Syariah)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*