Ghibah tidak dari Ucapan Saja, Ini hal-hal termasuk kategorinya

Islam melarang umatnya untuk tidak melakukan perbuatan ghibah bahkan diumpamakan seperti orang yang memakan daging saudaranya sendiri. Secara definisi ghibah adalah menyebut kejelekan orang lain yang ia tidak sukai baik dari segi fisiknya, agamanya, dunianya, prilakunya, harta bendanya, anak-anaknya, orangtuanya, pembantunya dan hal-hal lainnya. […]

Surat Al-Baqarah Ayat 42 tentang Larangan Mencampuradukkan Kebenaran dengan Kebatilan

Menjelang Pilpres 2019 memang banyak intrik politik yang ingin menghalalkan segala cara, mulai membuat berita bohong sampai menggunakan Ayat Al-Qur’an untuk melegitimasi kepentingan mereka. Dalam hal ini, Islam melarang Umatnya agar tak mencampuradukkan kebenaran dengan Kebatilan dengan merujuk Surat Al-Baqarah Ayat 42 yang berbunyi:

وَلَا تَلْبِسُوا الْحَقَّ بِالْبَاطِلِ وَتَكْتُمُوا الْحَقَّ وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ (42)

Artinya: Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamu mengetahui. […]

Larangan Mencela kepada Orang Non Muslim

Setiap manusia memiliki akal dengan kecerdasan yang luar biasa dengan makhluk yang lain. Ini  bertujuan agar mampu merespon, mengarahkan dirinya untuk memilih sesuatu yang menjadi pilihan hidupnya terutama dalam menghargai perbedaan pemahaman, bahkan perbedaan keyakinan. Yang harus dikedepankan adalah rasa saling menghargai satu dengan yang lainnya. Umat islam dilarang mencela Agama yang lain. Begitu juga Selengkapnya tentangLarangan Mencela kepada Orang Non Muslim[…]

Jangan Merasa paling ‘Ngerti’ Al-Qur’an, Ini Tiga Kategori Ahli Qur’an

Al-Qur’an kitab suci yang diturunkan kepada Nabi Muhammad sebagai wahyu terakhir yang diturunkan ke muka bumi ini. Alasannya beliau merupakan Nabi dan Rasul terakhir yang bertugas melanjutkan misi para Nabi terdahulu untuk mengesakan Tuhan atau mentauhidkan-Nya serta menyempurnakan ajaran para Nabi sebelumnya. Al-Qur’an kitab suci yang menggunakan bahasa arab, dibutuhkan pemahaman dalam segi gramatikal, arti, Selengkapnya tentangJangan Merasa paling ‘Ngerti’ Al-Qur’an, Ini Tiga Kategori Ahli Qur’an[…]

Larangan Agar Tak Terlalu Kenyang, Ini Efeknya

Salah satu kebutuhan penting bagi manusia adalah tercukupinya urusan pangan atau kebutuhan makan dan minum.

Islam mengatur tata cara makan dengan memulai basmalah terlebih dahulu, serta menggunakan tangan kanan, juga dianjurkan tak terlalu kenyang hanya dengan makanan saja, karena perut manusia juga membutuhkan minum dan udara yang cukup. Bila perut manusia terlalu penuh dengan makanan maupun minuman akan mendatangkan efeknya seperti penjelasan Imam Al-Ghazali dalam kitab Hidayah wa an-Nihayah: […]

Jangan Lakukan Hal Ini, Nanti Di Akhirat Tak Merasakannya

Surga sebagai tempat kenikmatan bagi orang-orang yang diridhai oleh Allah, serta bagi orang yang beriman dan menjalankan perintah-Nya. Kenikmatan surga tak mampu dibayangkan oleh manusia, bahkan mata tak pernah melihat keindahannya, juga telinga belum pernah mendengar suara-suara yang ada di surga, apalagi hati manusia tak mampu menerkanya. Untuk mendapatkan kenikmatan surga, seseorang dilarang melakukan beberapa Selengkapnya tentangJangan Lakukan Hal Ini, Nanti Di Akhirat Tak Merasakannya[…]

Jangan Terlalu Berangan-angan, Ini Empat Efeknya

Kita sering mendengar ucapan “andaikan, seandainya” yang merupakan kata pengandaian dari seseorang untuk mendapatkan sesuatu, namun tak disertai adanya usaha yang maksimal. Hal ini sesuai penjelasan dari Syeh Ihsan Jampes dalam karyanya Sirajut Thalibin. Imam Al-Ghazali Dalam karyanya Minhajul Abidin menjelaskan bahwa ada empat dampak negatif dari terlalu berangan-angan: Pertama, Orang yang terlalu berangan-angan akan Selengkapnya tentangJangan Terlalu Berangan-angan, Ini Empat Efeknya[…]

Larangan Tergesa-gesa, kecuali dalam Kondisi ini

Sesuatu yang dilakukan secara hati-hati dan tak terburu-buru hasilnya akan lebih sempurna, misalnya seseorang yang mengerjakan shalat dalam keadaan terburu-buru maka bacaan, maupun gerakannya menjadi kurang sempurna. Namun adakalanya tergesa-gesa itu sangat dianjurkan oleh Agama. Hal ini seperti pernyataan seorang Ulama’ besar yang bernama Hatim al-A’sham yang dikutip oleh Abu Abdurrahman as-Sulami dalam Tabaqat as-Sufiyah: Selengkapnya tentangLarangan Tergesa-gesa, kecuali dalam Kondisi ini[…]