Masjid Dimana-mana, Namun yang Meramaikan entah Kemana

Masjid sebagai tempat untuk beribadah kepada Allah baik shalat, I’tikaf, shalat jum’at dan ibadah lainnya. Beruntung orang yang selalu mengabdikan dirinya untuk meramaikan masjid karena akan mendapatkan keistimewaan diakhirat kelak yaitu akan mendapatkan naungan langsung dari Allah saat tak ada lagi naungan kecuali dari-Nya.

Pada dasarnya masjid dibangun dengan tujuan untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah bukan untuk mengikuti hawa nafsu ataupun kepentingan sesaat. Terutama menjelang Pilpres seperti saat ini, Masjid digunakan untuk mencaci maki orang yang berbeda dengan dirinya walau sesama orang islam. Hal Ini sungguh disayangkan, karena pada prinsipnya umat islam wajib menghormati orang islam lainnya, tak boleh menyakiti lewat perkataan atau perbuatan. […]

Islam Mengatur Anak-anak Saat Di Masjid

Seringkali kita mendengar anak-anak yang berisik di dalam Masjid saat Shalat berlangsung atau ketika khatib sedang berkhutbah, lantas ada sebagian jamaah yang melarang anak-anak memasuki Masjid dengan alasan masih membawa najis bila belum dikhitan, bahkan seringkali orang tua si anak tak terima ketika anaknya dimarahin didepan umum. Bagaimana Islam memberikan solusi akan permasalahan ini?

[…]

Sebelum Masuk dan keluar Masjid, Nabi mengajarkan Membaca Doa ini

Dalam ajaran Agam Islam, segala sisi kehidupan dibahas secara tuntas, mulai urusan bersuci sampai hal yang sangat privasi. ini menunjukkan ajarannya sangat sempurna serta lentur diterapkan di segala lini kehidupan. Disamping itu Islam sangat menekankan etika dengan siapapun dan dimanapun ia berada. Salah satu etika atau adab ketika masuk masjid dianjurkan shalat Tahiyat al-Masjid, serta Selengkapnya tentangSebelum Masuk dan keluar Masjid, Nabi mengajarkan Membaca Doa ini[…]

Teganya Kau Rebut Masjid Kami

Goresan tinta hitam yang dulu dianggap sepele, sekarang sangat menentukan eksistensi seseorang, organisasi maupun legalitas sebuah bangunan. Disebuah desa kecil ada sebuah Masjid sederhana yang kini dipugar menjadi sebuah toko klontong. Hal ini berawal dari salah satu ahli waris menggugat ke Pengadilan, bahwa tanah yang dijadikan Masjid merupakan bukan tanah wakaf, karena tidak ada surat Selengkapnya tentangTeganya Kau Rebut Masjid Kami[…]