Strategi Dakwah Nabi, Mengenalkan Ajaran Islam yang Mudah dan Ringan Terlebih Dahulu

Islam mudah diterima semua kalangan baik dari pejabat atau rakyat, konglomerat atau orang melarat, kalangan akademis atau pengemis, golongan raja atau kasta sudra, kalangan orang kaya atau yang tak mempunyai biaya, golongan ahli ibadah atau ahli bid’ah, golongan orang besar atau yang hidupnya kesasar, anak kecil atau yang hidupnya terpencil. Semua mudah menerima ajarannya karena misi Islam tak memberatkan tapi meringankan. […]

Bukan Karena Nasab atau Pangkat, Ini yang Paling Dekat Dengan Nabi

Nabi Muhammad mengajarkan kepada umatnya bahwa kedudukan manusia dihadapan Allah adalah sama atau setara baik pejabat atau rakyat, bos atau seorang jongos, kyai atau santri, raja atau golongan sudra, konglomerat atau orang melarat, yang membedakan hanyalah ketakwaannya saja. Begitu juga orang yang dekat dengan Nabi pada hari kiamat bukan karena kekayaannya atau jabatannya, apalagi karena Selengkapnya tentangBukan Karena Nasab atau Pangkat, Ini yang Paling Dekat Dengan Nabi[…]

Setelah Shalat Shubuh, Nabi Membiasakan Doa Ini

Nabi orang yang paling dekat dengan Allah dan yang paling disayangi oleh-Nya. Walaupun demikian, Nabi tak pernah merasa sombong, angkuh terhadap amalan yang telah ia lakukan. Hal ini merupakan pelajaran berharga yang harus diikuti oleh umatnya agar tak cepat puas apalagi bangga dengan banyaknya kebaikan yang telah dilakukan. Salah satu kebiasaan Nabi setelah shalat Shubuh Selengkapnya tentangSetelah Shalat Shubuh, Nabi Membiasakan Doa Ini[…]

Pesan Nabi Kepada Umatnya agar taat kepada Pemimpin Seperti Ini

Islam mengajarkan kepada umatnya agar selalu menghormati kepada siapapun, yang tua menghormati yang muda dan yang muda wajib menghormati golongan tua sehingga tercipta hubungan yang harmonis antara keduanya.

Salah satu ajaran Islam adalah anjuran untuk shalat berjamaah yang mengajarkan keserasian antara imam dan makmum. Imam harus bijaksana dalam menjalankan tugasnya dengan tak terlalu panjang bacaannya sehingga memberatkan makmumnya, begitu juga makmum harus taat dalam mengikuti imamnya. […]

Kekhawatiran Nabi saat Umatnya Sudah Tak Peduli Halal-haram

Seiring berjalannya waktu, manusia akan mengalami degradasi mental, akhlak serta hilangnya kepedulian dan kepekaan sekitar. Ia akan lebih mementingkan dirinya sendiri, keluarga, maupun golongannya sendiri dan sudah tak memikirkan kebaikan masyarakat. Hal ini muncul karena pengaruh banyak faktor diantaranya adalah adanya kesenjangan dalam urusan sosial dan ekonomi yang mempengaruhi pola pikir hidup seseorang.

Untuk mendapatkan sesuatu misalnya uang, seseorang sudah tak pernah berfikir cara untuk mendapatkannya sesuai tuntunan atau tidak. ilmu fikih dianggap basi padahal itu sebagai kunci dalam meraih keuntungan duniawi dan ukhrawi. […]