Teman Kita Berbuat Salah, Ini Cara Menasehatinya

Manusia tak akan mampu hidup sendiri tanpa bantuan dari orang lain baik orang tua, saudara, tetangga bahkan teman yang selalu bergaul dengan diri kita. Dalam pergaulan sehari-hari, seseorang pasti pernah melakukan kesalahan yang disengaja ataupun tidak. Agar tak menjadi kebiasaan dan terus menerus kesalahan ini, orang yang terdekat harus mengingatkan, menasehati agar tak mengulangi lagi.

Agar nasehat mudah diterima, maka ada cara yang harus dilakukan dengan baik sehingga orang yang dinasehati tak tersinggung atau merasa dipermalukan didepan umum, karena niat mulia belum tentu diterima karena salah dalam penempatannya.

Baca juga: http://masholeh.com/masyarakat-butuh-bimbingan-bukan-ceramah-saja/

Abu Lais as-Samarkandi dalam Tanbih al-Ghafilin mengutip perkataan nasehat dari Abi Darda’

من وعظ أخاه في العلانية فقد شانه، ومن وعظ أخا في السر فقد زانه،

Orang yang menasehati saudaranya secara terang-terangan maka ia telah mencelanya, sedangkan orang yang menasehati dengan secara rahasia maka ia telah memuliakannya.

Baca juga: http://masholeh.com/nasehat-nabi-sulaiman-agar-mendapatkan-kemuliaan-di-dunia/

Imam al-Munawi dalam Faidhul Qadir menjelaskan tentang syarat orang yang hendak menasehati orang lain harus melakukan hal-hal ini.

Pertama, ia mampu menasehati dirinya sendiri terlebih dahulu dengan memulai berbuat baik sehingga orang lain percaya kepada dirinya.

Kedua, ia harus mengetahui strategi dalam memberikan nasehat karena tanpa adanya pengetahuan maka akan kurang berhasil dan mengena.

Baca juga: http://masholeh.com/nasehat-nabi-bagi-orang-yang-suka-nongkrong-di-pinggir-jalan/

Maka dari itu, bila kita hendak menasehati teman, sahabat, kawan harus mengetahui waktu dan tempat agar sasaran yang dituju menjadi tepat.

Bagikan
About moh afif sholeh 680 Articles
Seorang penggiat literasi, serta aktif di kajian ISMA' Center (Islami Studies and Maqasid Al-Syariah)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*