Ternyata Anjing Memiliki Sepuluh Prilaku Baik Ini

Allah memang Maha Adil, menciptakan makhluk yang dianggap remeh oleh orang lain ternyata menyimpan begitu banyak pelajaran yang harus dipetik dan diterapkan dalam kehidupan.

Salah satu hewan yang sebagiannya menganggap najis bila terkena liurnya bahkan dikatakan masuk kategori Najis Mughalladhah (Najis yang berat) ternyata memiliki sifat yang terpuji yang harus diikuti.

Syeh Muhammad bin Abdul Karim bin al-Kisanzan dalam Mausuah al-Kisanzan fima Isthalaha Alaihi Ahlu at-Tasawwuf wal Ir’fan mengutip perkataan Ulama yang bernama Hasan al-Basri yang menjelaskan bahwa hewan anjing memiliki sepuluh sifat baik yang harus ditiru oleh orang mukmin, yaitu:

الأولى : أن يكون جائعاً ، فإنها من آداب الصالحين .

Pertama, ia sering lapar, hal ini sebagai akhlak orang Shaleh

والثانية : أن لا يكون له مكان معروف ، وذلك من علامات المتوكلين .

Kedua, ia tak memiliki tempat khusus, ini sebagai tanda-tanda orang tawakkal.

والثالثة : أن لا ينام من الليل إلا قليلاً ، وذلك من صفات المحبين

Ketiga, ia tak terlalu banyak tidur di malam hari, ini sebagai petunjuk sifat-sifat orang yang cinta kepada Allah.

والرابعة : إذا مات لا يكون له ميراث ، وذلك من صفات الزاهدين

Empat, ketika anjing mati tak memiliki harta untuk diwariskan,ini sebagai sifat orang-orang yang zuhud.

والخامسة : أن لا يترك صاحبه وإن جفاه وضربه ، وذلك من علامات المريدين الصادقين

Kelima, tak meninggalkan teman-temannya walau dimusuhi bahkan sampai dipukuli. Ini sebagai tanda orang yang mencari ridha Allah dan benar keimanannya.

والسادسة : أن يرضى من الأرض بأدنى موضع ، وذلك من علامات المتواضعين

Keenam, selalu menerima temapt dimana ia berada. Halini sebagai tanda-tanda orang yang tawadhu’.

والسابعة إذا تغلب على مكانه تركه وانصرف إلى غيره ، وذلك من علامات الراضين

Ketujuh, ketika ia diusir dari tempatnya maka ia berusaha mencari tempat lain, ini merupakan tanda orang yang ridha kepada Allah.

والثامنة : إذا ضرب وطرد وطرح له كسرة أجاب ولم يحقد على ما مضى ، وذلك من علامات الخاشعين .

Kedelapan, ketika ia diberi tulang maka ia akan menerima, dan tak dengki dengan yang lain. Ini sebagai tanda orang yang khusyu’.

والتاسعة إذا حضر الأكل جلس بعيداً ينظر ، وذلك من علامات المساكين

Kesembilan, ketika hendak memangsa, ia duduk dari jauh memandang sekitar terlebih dahulu. Ini sebagai tanda orang miskin.

والعاشرة : أنه إذا ارتحل عن مكان لا يلتفت إليه ، وهذه من علامات المحزونين

Kesepuluh, ketika ia berjalan kesuatu tempat, maka ia tak berpaling ke tempat lain. Ini sebagai tanda orang yang sedang kesusahan.

Hal-hal diatas merupakan sifat baik dari hewan yang sering dijadikan pelampiasan kekesalan seseorang ataupun umpatan kepada orang lain, padahal bila ia mengetahui kelebihan hewan tadi niscaya ia akan merasa kalah darinya. Maka dari itu sebagai orang muslim dilarang meremehkan orang lain apalagi dari fisiknya saja karena bisa saja orang itu lebih baik daripada dirinya.

Bagikan
About moh afif sholeh 680 Articles
Seorang penggiat literasi, serta aktif di kajian ISMA' Center (Islami Studies and Maqasid Al-Syariah)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*