Tiga Ayat Inspiratif Bagi Umat Manusia

Al-Qur’an bagai bahtera yang tak bertepi, makna yang terkandung di dalamnya sangat luas serta tak mudah memahami kandungan ayatnya kecuali orang-orang yang diberikan anugerah oleh Allah.

Salah satu sahabat Nabi yang pakar dalam Tafsir al-Qur’an adalah Abdullah Ibnu Abbas yang didoakan khusus oleh Nabi disebabkan keikhlasannya dalam melayani atau mengabdi kepada Nabi.

Dalam Kitab Irsyadul Ibad karya Syeh Zainuddin al-Malibari, ia mengutip pendapat Ibnu Abbas yang menyatakan bahwa ada tiga ayat yang diturunkan oleh Allah berisi tiga hal yang saling berkaitan dan saling melengkapi serta tak bisa dipisahkan dengan pasangannya.

Pertama, Ayat yang berkaitan dengan ketaatan kepada Allah dan rasul-nya. Orang yang taat kepada Allah tetapi tak mentaati rasul-nya maka ketaatannya tak akan diterima oleh Allah atau sia-sia belaka.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ ۖ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۚ ذَٰلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا

Artinya:”Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. (QS. An-Nisa:59)

Kedua, Ayat yang berkaitan tentang Perintah shalat dan zakat. Orang yang shalat tetapi tak memberikan zakat maka kurang sempurna amal perbuatannya.

وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ

Artinya:”Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku’.” QS: Al-Baqarah: 43).

Ketiga, Ayat yang berkaitan tentang perintah bersyukur kepada Allah dan kepada orang tua.

وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ

Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. (QS. Luqman: 14).

Dari Penjelasan diatas dapat dipahami bahwa ketaatan kepada Allah dan rasulnya tak bisa dipisahkan satu dan yang lainnya, hal ini seperti perintah shalat tak bisa dipisahkan dengan zakat, hal ini mengisyaratkan kepada kita bahwa hubungan dengan Allah perlu dilakukan, begitu juga yang berkaitan dengan sesama manusia tak boleh ditinggalkan terutama berbuat baik kepada orang tua khususnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *