10 Ajaran Tasawuf Menurut Imam Junaid - masholeh.com
0 views
Kitab Waraqat bag. 4 tentang Pembagian Kalam dalam Ilmu Usul Fikih

Kitab Waraqat bag. 4 tentang Pembagian Kalam dalam Ilmu Usul Fikih

Salah satu ulama’ yang terkenal dalam bidang ilmu tasawuf adalah imam Junaid. Ia dilahirkan di Irak pada tahun 220 H dan meninggal pada tahun 297 H. Orangtuanya bekerja sebagai penjual kaca.

Menurut Imam Qusyairi dalam risalahnya menjelaskan bahwa imam Junaid seorang ahli fikih yang mengikuti madzhab imam Abi as-Tsaur dan sudah memberi fatwa dalam usia 20 tahun. Diantara guru-gurunya adalah as-Sirri as-Siqti (160 -251 H), al-Haris al-Muhasibi (170 – 243 H).

Baca juga: http://masholeh.com/belajar-agama-bertahun-tahun-tapi-tak-mendapatkankan-hidayah-ini-pertanda-apa/

Suatu ketika Imam Junaid ditanya tentang tasawuf. Kemudian, Ia menjelaskan bahwa isi kandungan dari tasawuf ada 10 hal.

التقلل من كل شيء من الدنيا عن التكاثر فيها

Pertama, Tak tergila atau terlena akan gemerlapan dunia.

والثاني: اعتماد القلب على الله عز وجل من السكون إلى الأسباب

Kedua, Meyakinkan hati untuk selalu berpegang teguh kepada Allah dengan tenang.

والثالث: الرغبة في الطاعات من التطوع في وجود العوافي

Ketiga, senang melakukan ketaatan saat masih diberikan kesehatan.

والرابع: الصبر عن فقد الدنيا عن الخروج إلى المسألة والشكوى

Keempat, Sabar ketika sedang mengalami krisis ekonomi dengan tidak meminta atau mengeluh kepada orang lain.

Baca juga: http://masholeh.com/tiga-karakter-ahli-tasawuf/

والخامس: التمييز في الأخذ عند وجود الشيء

Kelima, Memiliki kehati-hatian dalam mengambil sesuatu tindakan.

والسادس: الشغل بالله عز وجل عن سائر الأشغال

Keenam, Selalu menyibukkan diri kepada Allah daripada kegiatan lain.

والسابع: الذكر الخفي عن جميع الأذكار

Ketujuh, Berdzikir secara sirr (rahasia) dibandingkan dzikir yang lain.

والثامن: تحقيق الإخلاص في دخول الوسوسة


Kedelapan, mewujudkan keikhlasan saat waswas mulai menjangkiti diri.

Baca juga: http://masholeh.com/hati-orang-yang-beriman-ini-tanda-tandanya/

والتاسع: اليقين في دخول الشك

Kesembilan, Memiliki keyakinan saat keraguan mulai menghampiri diri.

والعاشر: السكون إلى الله عز وجل من الاضطراب والوحشة

Kesepuluh, Merasakan ketenangan bersama Allah serta dijauhkan dari hal-hal yang menggelisahkan hati.

Bila dalam diri seseorang belum ada hal-hal diatas dan mengaku ahli tasawuf maka kredibilitas dirinya akan dipertanyakan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *