10 Syarat Yang Harus dipenuhi Seorang Muadzin

Adzan merupakan tanda masuknya waktu shalat. Orang yang adzan disebut Muadzin. Ada 10 syarat yang harus dipenuhi oleh seorang Muadzin.

Adzan merupakan tanda masuknya waktu shalat. Orang yang adzan disebut Muadzin. Menurut Abu al-Lais as-Samarkandi dalam Tanbih al-Ghafilin menjelaskan bahwa ada 10 syarat yang harus dipenuhi oleh seorang Muadzin yaitu:

ﺃﻭﻟﻬﺎ: ﺃﻥ ﻳﻌﺮﻑ ﻣﻴﻘﺎﺕ اﻟﺼﻼﺓ ﻭﻳﺤﻔﻈﻬﺎ

Pertama, Harus mengetahui waktu-waktu shalat dan selalu menjaganya.

ﻭاﻟﺜﺎﻧﻲ: ﺃﻥ ﻳﺤﻔﻆ ﺣﻠﻘﻪ ﻓﻼ ﻳﺆﺫﻱ ﺣﻠﻘﻪ ﻷﺟﻞ اﻷﺫاﻥ

Kedua, Menjaga tenggorokannya, jangan sampai menjadi sakit gara-gara Adzan.

ﻭاﻟﺜﺎﻟﺚ: ﺇﺫا ﻛﺎﻥ ﻏﺎﺋﺒﺎ ﻻ ﻳﺴﺨﻂ ﻋﻠﻰ ﻣﻦ ﺃﺫﻥ ﻓﻲ ﻣﺴﺠﺪﻩ.

Ketiga, bila ia berhalangan maka ia tak boleh marah kepada orang yang adzan di Masjid itu.

ﻭاﻟﺮاﺑﻊ: ﺃﻥ ﻳﺤﺴﻦ اﻷﺫاﻥ

Keempat, Ia melantunkan Adzan dengan baik.

ﻭاﻟﺨﺎﻣﺲ: ﺃﻥ ﻳﻄﻠﺐ ﺛﻮاﺑﻪ ﻣﻦ اﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ، ﻭﻻ ﻳﻤﻦ ﻋﻠﻰ اﻟﻨﺎﺱ

Kelima, untuk mencari pahala dari Allah, bukan mengharapkan pemberian orang lain.

ﻭاﻟﺴﺎﺩﺱ: ﺃﻥ ﻳﺄﻣﺮ ﺑﺎﻟﻤﻌﺮﻭﻑ ﻭﻳﻨﻬﻰ ﻋﻦ اﻟﻤﻨﻜﺮ ﻭﻳﻘﻮﻝ اﻟﺤﻖ ﻟﻠﻐﻨﻲ ﻭاﻟﻔﻘﻴﺮ

Keenam, Ia harus berani memerintahkan kebaikan (amar makruf) juga mencegah perbuatan yang Munkar, serta berani mengatakan kebenaran kepada yang kaya dan yang fakir.

ﻭاﻟﺴﺎﺑﻊ: ﺃﻥ ﻳﻨﺘﻈﺮ اﻹﻣﺎﻡ ﺑﻘﺪﺭ ﻣﺎ ﻻ ﻳﺸﻖ ﻋﻠﻰ اﻟﻘﻮﻡ

Ketujuh, Muadzin harus menunggu imamnya sampai batas waktu yang tak terlalu memberatkan jamaahnya.

ﻭاﻟﺜﺎﻣﻦ: ﺃﻥ ﻻ ﻳﻐﻀﺐ ﻋﻠﻰ ﻣﻦ ﺃﺧﺬ ﻣﻜﺎﻧﻪ ﻓﻲ اﻟﻤﺴﺠﺪ

Kedelapan, tak boleh marah bila sudah ada orang yang telah menggantikan adzan di masjid itu.

ﻭاﻟﺘﺎﺳﻊ: ﺃﻥ ﻻ ﻳﻄﻮﻝ اﻟﺼﻼﺓ ﺑﻴﻦ اﻷﺫاﻥ ﻭاﻹﻗﺎﻣﺔ

Kesembilan, tak memanjangkan shalat antara adzan dan Iqamah.

ﻭاﻟﻌﺎﺷﺮ: ﺃﻥ ﻳﺘﻌﺎﻫﺪ ﻣﺴﺠﺪﻩ ﻓﻴﻄﻬﺮﻩ ﻣﻦ اﻟﻘﺬﺭ ﻭﻳﺠﻨﺐ اﻟﺼﺒﻴﺎﻥ ﻋﻨﻪ

Kesepuluh, berupaya menjaga kebersihan masjid dari kotoran serta mengatur agar anak-anak tak berisik di masjid.

Dari penjelasan diatas dapat dipahami bahwa seorang Muadzin harus mengetahui waktu shalat, serta selalu berprilaku yang baik kepada siapapun.

Leave a Reply