2 Kekonyolan Yang Sering Kita Lakukan

Perkembangan zaman yang serba canggih ini jika tidak dibarengi dengan kekuatan iman dan ilmu yang matang akan menimbulkan kegaduhan bahkan kekonyolan yang akan merebak dimasyarakat.

Dengan mudahnya penggunaan gadget saat ini, seseorang dimudahkan untuk mengakses informasi, bahkan mendokumentasikan kegiatan sehari-hari. Sayangnya kemudahan ini seringkali digunakan untuk hal negatif, misalnya merekam adegan asusila atau untuk menyebarkan kebencian yang tanpa disadari telah merugikan banyak orang. Ia merasa puas seolah tak bersalah diatas penderitaan orang lain.

Abu Abdurrahman as-Sulami dalam Tabaqat As-Sufiyah mengutip perkataan Fudhail bin Iyadh:

ﺇﻥ ﻓﻴﻜﻢ ﺧﺼﻠﺘﻴﻦ ﻫﻤﺎ ﻣﻦ اﻟﺠﻬﻞ اﻟﻀﺤﻚ ﻣﻦ ﻏﻴﺮ ﻋﺠﺐ ﻭاﻟﺘﺼﺒﺢ ﻣﻦ ﻏﻴﺮ ﺳﻬﺮ

Sesungguhnya ada dua kekonyolan atau kebodohan yang sering kalian lakukan. Pertama, Tertawa tanpa ada sebab yang jelas. Kedua, Bangun kesiangan padahal tak begadang.

Kedua hal ini sudah menjadi kebiasaan, banyak orang yang tertawa sendiri melihat orang lain kesusahan, senang melihat orang yang terkena musibah atau ujian kehidupan. Sikap seperti ini  seharusnya tak perlu diperlihatkan karena akan menambah beban bagi yang mengalaminya. Sebaliknya sikap prihatin atau kepedulian yang harus ditunjukkan.

Begitu juga bangun kesiangan tanpa ada sebab yang jelas menjadikan waktu produktifnya hilang, terlewatkan tanpa ada hal positif yang didapatkan. Kebiasaan ini bila dilakukan terus menerus akan merugikan dirinya sendiri maupun orang lain.
Hal ini seperti dalam Hadits Nabi

ﻋﻦ ﺻﺨﺮ ﺑﻦ ﻭﺩاﻋﺔ اﻟﻐﺎﻣﺪﻱ اﻟﺼﺤﺎﺑﻲ ﺭﺿﻲ اﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﺃﻥ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻗﺎﻝ اﻟﻠﻬﻢ ﺑﺎﺭﻙ ﻻﻣﺘﻲ ﻓﻲ ﺑﻜﻮﺭﻫﺎ ﻭﻛﺎﻥ ﺇﺫا ﺑﻌﺚ ﺳﺮﻳﺔ ﺃﻭ ﺟﻴﺸﺎ ﺑﻌﺜﻬﻢ ﻣﻦ ﺃﻭﻝ اﻟﻨﻬﺎﺭ ﻭﻛﺎﻥ ﺻﺨﺮ ﺗﺎﺟﺮا ﻓﻜﺎﻥ ﻳﺒﻌﺚ ﺗﺠﺎﺭﺗﻪ ﻣﻦ ﺃﻭﻝ اﻟﻨﻬﺎﺭ ﻓﺄﺛﺮﻯ ﻭﻛﺜﺮ ﻣﺎﻟﻪ
ﺭﻭاﻩ ﺃﺑﻮ ﺩاﻭﺩ ﻭاﻟﺘﺮﻣﺬﻱ ﻭاﻟﻨﺴﺎﺋﻲ ﻭاﺑﻦ ﻣﺎﺟﻪ ﻭاﺑﻦ ﺣﺒﺎﻥ ﻓﻲ ﺻﺤﻴﺤﻪ

Diriwayatkan dari Shakhr bin Wadda’ah al-Ghamidhi as-Shahabi RA bahwasanya Rasulullah Bersabda: Ya Allah berkahi umatku yang bangun di pagi hari. Nabi mengirim pasukan saat pagi hari. Begitu juga Sakhr seorang pedagang. Ia mengirim dagangannya saat pagi hari kemudian ia mendapatkan keuntungan yang banyak sekali. (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa’i, Ibnu Majah, Ibnu Hibban dalam Kitab Shahihnya)

Dari sini pentingnya menggunakan waktu pagi untuk hal positif supaya mendapatkan keberkahan umur dan hasil yang memuaskan.

Bagikan

moh afif sholeh

Seorang penggiat literasi, serta aktif di kajian ISMA' Center (Islami Studies and Maqasid Al-Syariah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *