doa, akhirat

3 Ciri Orang yang Sempurna Imannya

Orang yang beriman kepada Allah dan Rasulnya disebut Mukmin. Keimanannya akan menjadi lebih sempurna bila ia selalu menjalankan ajaran-ajaran-Nya serta menjauhi larangan-Nya. Imam Bukhari dalam kitab Shahihnya  mengutip perkataan sahabat Ammar,

ﻭﻗﺎﻝ ﻋﻤﺎﺭ: “ﺛﻼﺙ ﻣﻦ ﺟﻤﻌﻬﻦ ﻓﻘﺪ ﺟﻤﻊ اﻹﻳﻤﺎﻥ: اﻹﻧﺼﺎﻑ ﻣﻦ ﻧﻔﺴﻚ، ﻭﺑﺬﻝ اﻟﺴﻼﻡ ﻟﻠﻌﺎﻟﻢ، ﻭاﻹﻧﻔﺎﻕ ﻣﻦ اﻹﻗﺘﺎﺭ

Ammar bin Yasir berkata:”tiga golongan yang mampu mengumpulkannya maka ia telah memiliki keimanan yang sempurna. pertama, Berbuat adil kepada diri sendiri. Kedua, memberikan salam (keselamatan) kepada semua orang. Ketiga, infak saat kekurangan harta.

Imam al-Munawi dalam Faidhul Qadir menjelaskan bahwa orang yang memiliki kriteria diatas menunjukkan kesempurnaan iman seseorang karena tiga hal ini merupakan perbuatan yang susah dilakukan terutama berbuat adil kepada diri sendiri. Banyak orang yang memerintahkan orang lain untuk berbuat adil namun dirinya lupa dan sulit  menerapkannya terutama dalam kehidupan sehari-hari.

Begitu juga orang yang mengaku beriman seharusnya menebar keamanan, kenyamanan dan keharmonisan kepada orang lain dengan prinsip tak pandang bulu Kepada siapapun orangnya, satu golongan atau tidak, satu ras ataupun tidak. Ia lebih mengedepankan sisi kemanusiaan   daripada yang lain.

Salah satu bukti lagi bahwa keimanan seseorang menjadi sempurna adalah mau menafkahkan sebagian hartanya baik dalam kondisi lapang atau susah. Dalam realita kehidupan banyak orang yang terpukau kepada orang lain karena kekayaannya bukan akhlak yang dimilikinya. Orang kaya wajar sedekah dengan harta yang ia miliki. Hal ini berbeda dengan  orang yang serba kekurangan juga dirundung kesulitan sangat sulit untuk memberikan sesuatu yang berupa materi, namun ia mudah memberikan bantuan atau sikap yang baik kepada orang lain termasuk sedekah. Salah satu sikap yang harus dijauhi adalah bila seseorang dalam garis  kemiskinan seharusnya menjauhi sifat sombong. Orang kaya sombong wajar karena ia memiliki hartanya. Sedangkan orang miskin tak pantas untuk berbuat sombong karena ia tak memiliki apapun.

Moh Afif Sholeh, M.Ag.

Seorang penggiat literasi, serta aktif di kajian ISMA' Center (Islami Studies and Maqasid Al-Syariah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *