Shalat, taubat, ibadah, sujud

3 Keutamaan Shalat Tarawih yang Jarang Diketahui Banyak Orang

Shalat Tarawih termasuk shalat Sunnah yang dianjurkan kepada umat islam khusus di bulan Ramadhan saja dan shalat Sunnah ini menjadi daya tarik tersendiri. Menurut Syeh Zainuddin Al Malibari pengarang kitab Fathul Mu’in menjelaskan

ﻭﺳﻤﻴﺖ ﺗﺮاﻭﻳﺢ ﻷﻧﻬﻢ ﻛﺎﻧﻮا ﻳﺴﺘﺮﻳﺤﻮﻥ ﻟﻄﻮﻝ ﻗﻴﺎﻣﻬﻢ ﺑﻌﺪ ﻛﻞ ﺗﺴﻠﻴﻤﺘﻴﻦ.

bahwa penamaan shalat tarawih dengan alasan bahwa orang yang shalat tarawih beristirahat setelah menjalankannya terutama setelah dua salam.

Dalam Islam, Shalat Tarawih mempunyai beberapa keutamaan diantaranya:

Pertama. Shalat Tarawih dapat menghapus dosa yang pernah dilakukan oleh manusia. Hal ini sesuai dengan hadits nabi Muhammad

ﻋﻦ ﺃﺑﻲ ﻫﺮﻳﺮﺓ ﺭﺿﻲ اﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﺃﻥ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻗﺎﻝ: “ﻣﻦ ﻗﺎﻡ ﺭﻣﻀﺎﻥ ﺇﻳﻤﺎﻧﺎ ﻭاﺣﺘﺴﺎﺑﺎ ﻏﻔﺮ ﻟﻪ ﻣﺎ ﺗﻘﺪﻡ ﻣﻦ ﺫﻧﺒﻪ” ﻣﺘﻔﻖ ﻋﻠﻴﻪ.

Artinya:
Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu bahwasanya Rasulullah shalallahu alaihi wa salam bersabda: Barangsiapa beribadah di bulan Ramadhan dengan dasar iman dan ikhlas maka akan diampuni dosa yang telah ia lakukan. (Muttafaq Alaihi).

Baca juga:

Bulan Suci Ramadhan Segera Datang, ini Keutamaan-keutamaannya

Kedua. Mendapatkan pahala yang berlipat ganda. Abu Lais as-Samarkandi dalam kitab Tanbihul Ghafilin mengutip potongan khutbah Nabi Muhammad pada akhir bulan sya’ban  yang menjelaskan tentang Keutamaan shalat tarawih termasuk ibadah Sunnah dan orang yang menjalankannya akan mendapatkan pahala seperti orang yang melakukan ibadah wajib.

Ketiga. Doa yang dikabulkan oleh Allah terutama setelah shalat Tarawih.

Abu Lais as-Samarkandi dalam Tanbih al-Ghafilin mengutip hadist Qudsi yang berbunyi:

ﻓﻴﻘﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ: ﻳﺎ ﻋﺒﺎﺩﻱ ﺳﻠﻮﻧﻲ، ﻓﻮﻋﺰﺗﻲ ﻭﺟﻼﻟﻲ ﻻ ﺗﺴﺄﻟﻮﻧﻲ اﻟﻴﻮﻡ ﻟﺪﻳﻨﻜﻢ ﻭﺩﻧﻴﺎﻛﻢ ﺇﻻ ﺃﻋﻄﻴﺘﻜﻢ ﺇﻳﺎﻩ

Allah berkata: Hai hamba-hambaku, mintalah kalian kepadaku. Demi kemuliaan dan keagunganku. Tidaklah kalian meminta kepadaku urusan agama dan dunia kecuali Aku akan berikan kepada kalian.

Dari sini dapat dipahami bahwa sholat Tarawih memiliki banyak keistimewaan bagi orang yang menjalankan walau pun tidak bisa jama’ah di masjid namun masih bisa jama’ah di rumah bersama keluarga dikarena wabah virus Corona yang masih menggejala.

Moh Afif Sholeh, M.Ag.

Seorang penggiat literasi, serta aktif di kajian ISMA' Center (Islami Studies and Maqasid Al-Syariah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *