4 Jenis Angin yang Keluar dari Tubuh Manusia - masholeh.com
1 views
Hukum Mengangkat Kedua Tangan Saat Takbiratul Ihram

Hukum Mengangkat Kedua Tangan Saat Takbiratul Ihram

Imam Jurjawi dalam Hikmat at-Tasyri’ wa Falsafatuhu menjelaskan bahwa Angin yang keluar dalam diri tubuh manusia ada empat jenis: Pertama, Angin yang keluar dari dubur (belakang). Kedua, angin yang keluar dari qubul (depan). Ketiga, Angin yang keluar dari mulut atau menguap. Keempat, angin yang keluar dari hidung.

Baca juga: Tiga hal ini Wudhu Menjadi Sempurna

Dari keempat jenis ini, yang hanya membatalkan wudhu adalah yang keluar dari dubur yaitu kentut. Alasannya yang sekaligus menjadi hikmah dari hal tersebut yaitu karena angin tersebut keluar melewati tempat kotoran manusia yang membawa bau tak sedap sehingga mengganggu sekitarnya. Hal ini berbeda dengan angin yang keluar dari qubul, meskipun keluar dari saluran kencing tetapi tidak ada baunya.

Baca juga: Hukum Wudhu sebelum Mandi Junub, Wajibkah?

Wudhu merupakan syarat sahnya Shalat, bila hal ini tak terpenuhi maka Shalatnya tak sah. Salah satu yang membatalkan wudhu adalah mengeluarkan angin dari dubur (belakang) atau sering dikenal dengan istilah “kentut”. Ini sesuai dengan Hadits Nabi:

عن عباد بن تميم، عن عمه، قال: شكي إلى النبي صلى الله عليه وسلم الرجل يجد في الصلاة شيئا أيقطع الصلاة؟ قال: لا حتى يسمع صوتا أو يجد ريحا» وقال ابن أبي حفصة، عن الزهري: «لا وضوء إلا فيما وجدت الريح أو سمعت الصوت

Diriwayatkan dari Ibad bin Tamim, dari pamannya. Ia berkata: Ada seseorang yang mengadu kepada Nabi tentang sesuatu yang membatalkan Shalat. Kemudian Nabi menjawab: seseorang tak boleh membatalkan shalat sampai ia mendengar suara, atau mengeluarkan angin kentut. Ibnu Abi Hafsah berkata: diriwayatkan dari Zuhri: tak membatalkan wudhu kecuali engkau mengeluarkan angin, atau mendengar suaranya. (HR. Al-Bukhari).

Baca juga: Lakukanlah Tiga Hal Ini, Niat Shalat menjadi lebih Sempurna

Dari sini kita mengetahui bahwa Allah menciptakan Segala sesuatu menyimpan banyak hikmah di dalamnya. Dan semoga kita mendapatkan kemudahan untuk mendapati hikmah-hikmah tersebut. Amin.

Wallahu A’lam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *