pesan abu darda'

4 Sumber Nasehat Menurut Imam Al Qurtubi

Dalam diri manusia terdiri jiwa dan raga. Keduanya membutuhkan asupan gizi yang selalu terpenuhi. Jiwa manusia membutuhkan nasehat-nasehat agama agar selalu menjadi manusia yang utama.

Begitu juga raga manusia harus diberikan makanan yang cukup sehingga fisiknya menjadi kuat, akalnya sehat, pendengarnya akurat dan penglihatannya cermat.

Dari sini pentingnya mengkombinasikan kebutuhan jiwa dan raga manusia. Banyak orang yang sehat badannya tapi tak sehat jiwanya akhirnya berputus asa bahkan menghilangkan nyawanya.

Begitu juga banyak orang yang tak sehat fisiknya namun kuat jiwanya maka ia semangat dalam mengarungi kehidupan bahkan mampu bersaing
dengan orang yang sempurna anggota badannya.

Menurut imam al-Munawi dalam Faidhul Qadir menjelaskan tentang syarat orang yang hendak menasehati orang lain harus melakukan hal-hal ini.

Pertama, ia mampu menasehati dirinya sendiri terlebih dahulu dengan memulai berbuat baik sehingga orang lain percaya kepada dirinya.

Kedua, ia harus mengetahui strategi dalam memberikan nasehat karena tanpa adanya pengetahuan maka akan kurang berhasil dan mengena.

Sedangkan menurut Imam Al Biqa’i dalam kitab Nadhmu Ad- Durar mengutip perkataan Imam Al Qurtubi

اﻟﻨﺼﻮﺡ ﻣﺠﻤﻌﻬﺎ ﺃﺭﺑﻌﺔ ﺃﺷﻴﺎء: اﻻﺳﺘﻐﻔﺎﺭ ﺑﺎﻟﻠﺴﺎﻥ، ﻭاﻹﻗﻼﻉ ﺑﺎﻷﺑﺪاﻥ، ﻭﺇﺿﻤﺎﺭ ﺗﺮﻙ اﻟﻌﻮﺩ ﺑﺎﻟﺠﻨﺎﻥ، ﻭﻣﻬﺎﺟﺮﺓ ﺳﻴﻰء اﻹﺧﻮاﻥ،

Imam Al Qurtubi berkata: nasehat kebaikan terkumpul dalam 4 hal ini. Pertama, lisan selalu membaca istighfar. Kedua, menghilangkan dosa dari badan. Ketiga, hati berusaha menutupi keinginan untuk kembali berbuat dosa. Keempat, menjauhi teman-teman yang buruk prilakunya.

Keempat hal diatas, bila dipraktekkan maka seseorang akan menjadi pribadi yang baik terutama saat lisan selalu memperbanyak istighfar jalan hidupnya tak akan cepat terlempar.

Moh Afif Sholeh, M.Ag.

Seorang penggiat literasi, serta aktif di kajian ISMA' Center (Islami Studies and Maqasid Al-Syariah)