DIRI, INFORMASI

4 tanda Oang yang Riya’ menurut Ali bin Abi Thalib

Manusia diciptakan oleh Allah bertujuan agar beribadah, mengabdi kepadanya dengan rasa tunduk mengikuti aturan-aturan-Nya sehingga dirinya menjadi hamba yang beruntung  saat di dunia maupun akhirat.

Dalam beribadah, manusia dituntut untuk ikhlas dalam beramal bukan karena tujuan untuk dipuji maupun untuk mendapat sanjungan, pujian dari orang lain.

Untuk mencapai tingkatan ikhlas, seseorang harus berusaha dan latihan secara continue atau terus-menerus sehingga dalam kondisi sendirian pun masih beramal kebaikan.

4 tanda Oang yang Riya' menurut Ali bin Abi Thalib
4 tanda Oang yang Riya’ menurut Ali bin Abi Thalib

Abu Lais As Samarkandi dalam kitab Tanbihul Ghafilin mengutip perkataan Sahabat Ali bin Abi Thalib yang menjelaskan tentang 4 tanda orang yang suka pamer dalam beramal.

ﻟﻠﻤﺮاﺋﻲ ﺃﺭﺑﻊ ﻋﻼﻣﺎﺕ: ﻳﻜﺴﻞ ﺇﺫا ﻛﺎﻥ ﻭﺣﺪﻩ، ﻭﻳﻨﺸﻂ ﺇﺫا ﻛﺎﻥ ﻣﻊ اﻟﻨﺎﺱ، ﻭﻳﺰﻳﺪ ﻓﻲ اﻟﻌﻤﻞ ﺇﺫا ﺃﺛﻨﻲ ﻋﻠﻴﻪ، ﻭﻳﻨﻘﺺ ﺇﺫا ﺫﻡ ﺑﻪ

Ada 4 tanda orang yang suka pamer  dalam beramal yaitu: pertama, malas beribadah saat dirinya sedang sendirian. Kedua, giat beribadah saat bersama orang lain. Ketiga, bertambah amal perbuatannya saat dipuji oleh orang lain. Keempat, Ibadahnya berkurang saat dihina oleh orang lain.

Penjelasan diatas menegaskan bahwa orang yang suka pamer selalu berharap mendapatkan pujian maupun sanjungan bahkan ingin mendapatkan kedudukan atau ingin mencari popularitas dengan kebaikan yang ia lakukan.

Menurut Imam Al Muhasibi dalam kitab Adabun Nufus menjelaskan bahwa tanda-tanda permulaan seseorang yang suka riya’ (pamer) adalah ketidaktahuan dirinya akan niat yang benar. Niat merupakan dasar dalam beramal. Saat dirinya berniat untuk tujuan sesaat maka ia mendapatkan hasil yang kurang bermanfaat di dunia bahkan di akhirat.

Imam As Sullami dalam Tabaqat As Sufiyah mengutip pendapat Imam Ja’far bin  Muhammad Al Khalidi yang mengupas perbedaan antara orang yang ikhlas dan riya’ bahwa orang yang riya’ melakukan amala Kebaikan supaya dilihat oleh orang lain. Sedangkan orang yang ikhlas melaksanakan kewajiban supaya mendapat Ridha Allah bukan mencari sanjungan dari makhluk-Nya.

Untuk itu, Seseorang seharusnya sadar dan memahami tujuan dirinya diciptakan ke dunia ini supaya ia tak menjadi manusia yang hina karena mengejar dunia yang fana.

Moh Afif Sholeh, M.Ag.

Seorang penggiat literasi, serta aktif di kajian ISMA' Center (Islami Studies and Maqasid Al-Syariah)