5 Penyebab Iblis menjadi Hina dan Nabi Adam menjadi Mulia

Allah menciptakan makhluk berbeda beda, ada yang taat seperti malaikat, para Nabi dan Rasul juga ada yang ahli maksiat seperti iblis, syaitan. Begitu juga ada yang kadang taat juga melakukan maksiat seperti manusia dan jin.

Salah satu makhluk yang dikutuk oleh Allah sampai hari kiamat yaitu iblis. Hal ini dikarenakan sikap dan perilakunya yang bertentangan dengan ajaran Tuhannya. Ia tidak mau tunduk dan patuh pada perintah-Nya.Ini sesuai penjelasan Al Qur’an yang berbunyi:

قَالَ مَا مَنَعَكَ أَلَّا تَسْجُدَ إِذْ أَمَرْتُكَ ۖ قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِّنْهُ خَلَقْتَنِي مِن نَّارٍ وَخَلَقْتَهُ مِن طِينٍ (12

Artinya:

Allah berfirman: “Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?” Menjawab iblis “Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah”. (QS: Al A’raf: 12).

Menurut Imam Al Qurtubi dalam tafsirnya menggambarkan prilaku iblis yang tak mau taat kepada Tuhannya dengan membandingkan penciptaan dirinya dengan Nabi Adam. Menurut Ibnu Abbas bahwa iblis merupakan orang yang pertama melakukan kesalahan dalam menggunakan qiyas atau analogi terutama dalam urusan agama.

Sedangkan menurut Syeh Nawawi dalam kitab Nashaihul Ibad mengutip perkataan Imam Muhammad Ad-Duri yang menjelaskan bahwa Iblis menjadi makhluk yang celaka dan terkutuk disebabkan lima hal ini.

Pertama. Iblis tak pernah mengakui kesalahan yang telah ia lakukan.

Kedua. Ia tak menyesali dosa yang telah diperbuat.

Ketiga. Dia tak menyalahkan dirinya sendiri saat berbuat kejahatan.

Keempat. Tak ada keinginan untuk bertaubat, memperbaiki diri.

Kelima. Iblis berputus asa atas Rahmat dari Tuhannya.

Sedangkan Nabi Adam menjadi manusia yang beruntung dikarenakan lima hal yang ia lakukan.

Pertama. Nabi Adam mengakui kesalahan saat berbuat dosa.

Kedua. Ia menyesali kesalahan yang ia perbuat.

Ketiga. Nabi Adam mencela dirinya sendiri saat berbuat kesalahan.

Keempat. Segera bertaubat serta memperbaiki diri.

Kelima. Tak berputus asa atas Rahmat Allah.

Dari sini dapat diambil kesimpulan bahwa iblis menjadi hina karena ulahnya sendiri. Begitu pula Nabi Adam menjadi mulia karena sikapnya yang baik serta mengakui kesalahan dirinya.

Moh Afif Sholeh, M.Ag.

Seorang penggiat literasi, serta aktif di kajian ISMA' Center (Islami Studies and Maqasid Al-Syariah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *