5 Wasiat Nabi Saat Haji Wada’ agar Manusia menjadi Mulia

wasiat Nabi tentang kunci sukses agar mendapatkan kedudukan yang tinggi dan mulia dihadapan Allah saat Nabi melakukan Haji Wada’.

Nabi Muhammad sebagai seorang rasul (utusan) Allah yang terakhir, ia memiliki jiwa kasih sayang yang tinggi terutama kepada umatnya. Wasiat dan doa selalu dipanjatkan olehnya agar mereka selamat dunia dan akhirat serta mendapatkan surga yang penuh rahmat.

Imam Nawawi dalam kitab Riyadhus Shalihin mengutip sebuah hadist yang berisi wasiat Nabi tentang kunci sukses agar mendapatkan kedudukan yang tinggi dan mulia dihadapan Allah saat Nabi melakukan Haji Wada’. Haji ini merupakan haji terakhir atau perpisahan yang dilakukan oleh Nabi pada tahun 10 H.

عنْ أبي أُمَامَةَ صُدَيَّ بْنِ عَجْلانَ الْباهِلِيِّ رضي اللَّهُ عنه قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يَخْطُبُ في حَجَّةِ الْودَاع فَقَالَ: “اتَّقُوا اللَّه، وصَلُّوا خَمْسكُمْ، وصُومُوا شَهْرَكمْ، وأَدُّوا زكَاةَ أَمْوَالِكُمْ، وَأَطِيعُوا أُمَرَاءَكُمْ، تَدْخُلُوا جَنَّةَ رَبِّكُمْ” رواه التِّرْمذيُّ

Artinya : Diriwayatkan dari Abi Umamah Suday bin Ajlan al-Bahili RA berkata: “saya telah mendengar Rasulullah berkhutbah saat haji wada’, beliau berwasiat:”bertakwalah kamu kepada Allah, shalat lima waktu, puasa pada bulan Ramdhan dan berikanlah zakat hartamu serta taatlah kepada pemimpin maka kamu akan masuk surga Tuhanmu. (HR. Turmudzi).

Dari penjelasan hadist diatas menyatakan bahwa agar mendapatkan surga harus dengan melaksanakan berbagai macam kewajiban baik yang berkaitan dengan hak Allah seperti anjuran bertakwa dimanapun berada, shalat lima waktu, puasa ramadhan maupun zakat dan juga hak adami (sesama manusia) dengan cara taat kepada pemimpin yang baik tak bertentangan dengan perintah Allah. Menurut Imam al-Mula Ali al-Qari dalam kitab Mirqat al-Mafatih menjelaskan bahwa orang yang telah melaksanakan perintah diatas akan tercatat sebagai orang yang shaleh (baik dihadapan Allah dan makhluk-Nya).

Disamping dalam urusan ibadah, manusia dianjurkan hormat kepada pemimpin yang adil dan pemilihannya sah secara konstitusi. Bila ada sesuatu yang tak sesuai dengan ide, kebijaksanaannya maka diperbolehkan mengajukan kritik dan saran yang membangun serta melalui cara yang santun bukan dengan fitnah yang keji atau dengan menyebarkan berita hoax (kebohongan) sehingga mengganggu stabilitas keamanan dan kenyamanan di masyarakat.

Leave a Reply