6  Penyebab Kehancuran Manusia

Manusia sebagai Khalifah dimuka bumi ini berkewajiban menjaga kelestariannya dengan tidak berbuat kejahatan yang merugikan orang lain. Seringkali ambisi yang berlebihan dalam mendapatkankan jabatan, kedudukan atau kepentingan sesaat menjadikan lupa diri sehingga ia berusaha menghalalkan segala cara walau dengan memfitnah atau dengan menyebarkan kebohongan yang akan merugikan pihak lain.

Fenomena saat ini, banyak orang pintar tapi prilakunya tak benar sehingga seringkali membuat masyarakat menjadi onar. Begitu juga banyak orang yang baru mengenal Islam dijadikan panutan, padahal ia baru meraba akan ajaran-ajaran Islam.
Sedangkan Ulama’ atau Kyai yang istiqamah dalam beramal dikesampingkan dengan dalih tak mengikuti perkembangan zaman.

Imam Qusyairi dalam Risalahnya mengutip pernyataan Dzun Nun al-Misri yang menjelaskan bahwa akan terjadi kehancuran yang dialami manusia disebabkan enam hal:

ﺿﻌﻒ اﻟﻨﻴﺔ ﺑﻌﻤﻞ اﻵﺧﺮﺓ

Pertama, Lemahnya niat untuk tujuan amal akhirat.

ﻭاﻟﺜﺎﻧﻲ ﺻﺎﺭﺕ ﺃﺑﺪاﻧﻬﻢ ﺭﻫﻴﻨﺔ ﻟﺸﻬﻮاﺗﻬﻢ

Kedua, fisik mereka tersandera akan nafsu syahwatnya.

ﻭاﻟﺜﺎﻟﺚ ﻏﻠﺒﻬﻢ ﻃﻮﻝ اﻷﻣﻞ ﻣﻊ ﻗﺮﺏ اﻷﺟﻞ

Ketiga, Ia termakan angan-angan belaka, padahal ajalnya sudah didepan mata.

ﻭاﻟﺮاﺑﻊ ﺁﺛﺮﻭا ﺭﺿﺎ اﻟﻤﺨﻠﻮﻗﻴﻦ ﻋﻠﻰ ﺭﺿﺎ اﻟﺨﺎﻟﻖ

Keempat, Ia terlena akan pujian manusia mengalahkan ridha Tujannya.

ﻭاﻟﺨﺎﻣﺲ اﺗﺒﻌﻮا ﺃﻫﻮاءﻫﻢ، ﻭﻧﺒﺬﻭا ﺳﻨﺔ ﻧﺒﻴﻬﻢ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻭﺭاء ﻇﻬﻮﺭﻫﻢ

Kelima, Selalu mengikuti hawa nafsu serta mengesampingkan Sunnah Nabi.

ﻭاﻟﺴﺎﺩﺱ ﺟﻌﻠﻮا ﻗﻠﻴﻞ ﺯﻻﺕ اﻟﺴﻠﻒ ﺣﺠﺔ ﻷﻧﻔﺴﻬﻢ، ﻭﺩﻓﻨﻮا ﻛﺜﻴﺮ ﻣﻨﺎﻗﺒﻬﻢ

Keenam, menjadikan kesalahan kecil leluhurnya sebagai legitimasi sikapnya serta melupakan cerita kebaikan mereka.

Dari penjelasan ini, Manusia harus menjaga dirinya agar tak berbuat kejahatan yang akan merugikan dirinya dengan tak mengikuti hawa nafsu yang akan menyengsarakannya maupun orang sekitarnya.

Bagikan

moh afif sholeh

Seorang penggiat literasi, serta aktif di kajian ISMA' Center (Islami Studies and Maqasid Al-Syariah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *