6 Penyebab Sulitnya Mendapatkan Ilmu Yang Bermanfaat

Hikmah

Ilmu diumpamakan sebagai lentera kehidupan juga penuntun jalan penerang dari kegelapan. Tanpanya manusia akan terjerumus kedalam lubang kefanatikan yang bisa menghancurkan dirinya.

Setiap orang mendambakan bahkan berharap ilmu yang ia pelajari bermanfaat bagi dirinya dan orang lain, karena salah satu tanda ilmu yang bermanfaat adalah mampu mengamalkannya isinya. Banyak orang yang belajar namun tak mendapatkan keberkahan dari sesuatu yang ia pelajari.

Hal ini telah disinggung oleh Abu al-Aun al-Hambali dalam karyanya yang berjudul Ghidza’ albab. Lebih lanjut Ia menjelaskan bahwa seseorang terhalang mendapatkankan ilmu disebabkan oleh enam hal.

baca juga:Kunci Sukses Kholil bin Ahmad sebagai seorang Ilmuwan

Pertama, malu bertanya. Bertanya merupakan salah satu cara untuk menambah pemahaman yang kurang jelas agar tak salah dalam memahami suatu hal.

Kedua, tak fokus dalam mendengarkan materi yang disampaikan. Salah satu hal penting untuk mendapatkan ilmu adalah memiliki pendengaran yang baik, bila ini diabaikan maka akan terjadi salah dalam menerima ilmu.

Ketiga, Memilik pemahaman yang keliru. Ilmu menuntun agar orang yang mempelajarinya mendapatkankan pemahaman yang benar, seringkali seseorang salah paham disebabkan salah mengartikan atau tak ada daya kritis sehingga ia menerima pemahaman yang keliru.

Menghafal memang kegiatan yang kadang menjemukan, namun itu bagian penting agar ilmu tetap dalam dirinya.

Kelima, tak mau mengajarkan ilmunya. Ilmu semakin berkembang bila diajarkan kepada orang lain karena ia akan semakin mengetahui kekurangan dalam dirinya dan sebagai bahan evaluasi agar menjadi lebih baik.

Keenam, tak mau mengamalkan ilmunya. Buah dari ilmu adalah mengamalkannya.Bila ilmu tak diamalkan maka lambat laun akan menjadi lupa dan hilang. Hal ini seperti penuturan Imam Al-Ghazali dalam kitab Minhajul Abidin.

Maka dari itu, untuk mendapatkan ilmu yang bermanfaat maka harus menjauhi hal-hal yang menyebabkan ilmu menjadi tak bermanfaat.

Moh Afif Sholeh, M.Ag.

Seorang penggiat literasi, serta aktif di kajian ISMA' Center (Islami Studies and Maqasid Al-Syariah)

http://www.masholeh.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *