ilmu, nasehat, Empat Hal ini, Islam menjadi Kokoh

7 Golongan Ini Diberikan Ilmu Khusus Oleh Allah

Allah SWT Dzat yang Maha Mengetahui akan segala-galanya. Ia memberikan pengetahuan kepada makhluk-Nya sesuai kemampuan masing-masing. Dengan ilmu ini diharapkan setiap manusia khususnya dapat mengetahui kebaikan dan keburukan, juga agar terhindar dari tipuan maupun kebohongan.

Allah menganugerahkan kepada tujuh golongan yang diberikan pengetahuan khusus dan keahlian yang spesifik. Dalam hal ini, Imam Ar-Razi dalam Tafsirnya yang berjudul Mafatih al-Ghaib, beliau menjelaskan,

Pertama, Allah mengajarkan kepada Nabi Adam banyak nama. Hal ini seperti keterangan dalam Surat Al-Baqarah: 31,

وَعَلَّمَ آدَمَ الْأَسْمَاءَ كُلَّهَا ثُمَّ عَرَضَهُمْ عَلَى الْمَلَائِكَةِ فَقَالَ أَنبِئُونِي بِأَسْمَاءِ هَٰؤُلَاءِ إِن كُنتُمْ صَادِقِينَ (31

Artinya: “Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: “Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu mamang benar orang-orang yang benar!”

Dengan diberikannya ilmu, Nabi Adam mendapatkan penghormatan dan kedudukan yang mulia dihadapan para Malaikat dan semua makhluk-Nya.

Kedua, Allah menganugerahkan kepada Nabi Khidir akan ilmu firasat. Hal ini seperti keterangan dalam Surat Al-Kahfi: 65 yang berbunyi,

فَوَجَدَا عَبْدًا مِّنْ عِبَادِنَا آتَيْنَاهُ رَحْمَةً مِّنْ عِندِنَا وَعَلَّمْنَاهُ مِن لَّدُنَّا عِلْمًا (65

Artinya:”Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.

Nabi Khidir diberikan kemampuan ilmu laduni, pengetahuan ini hanya akan diberikan oleh Allah kepada hambanya yang taat, Dari sini, Nabi Musa disuruh belajar kepada Nabi khidir yang lebih mengetahui ilmu hakikat.

Ketiga, Nabi Yusuf diberikan ilmu akan ilmu takbir atau tafsir mimpi.

رَبِّ قَدْ آتَيْتَنِي مِنَ الْمُلْكِ وَعَلَّمْتَنِي مِن تَأْوِيلِ الْأَحَادِيثِ ۚ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ أَنتَ وَلِيِّي فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ۖ تَوَفَّنِي مُسْلِمًا وَأَلْحِقْنِي بِالصَّالِحِينَ (101

Artinya:”Ya Tuhanku, sesungguhnya Engkau telah menganugerahkan kepadaku sebahagian kerajaan dan telah mengajarkan kepadaku sebahagian ta’bir mimpi. (Ya Tuhan) Pencipta langit dan bumi. Engkaulah Pelindungku di dunia dan di akhirat, wafatkanlah aku dalam keadaan Islam dan gabungkanlah aku dengan orang-orang yang saleh.”

Kemampuan Nabi Yusuf dalam menafsirkan mimpi ini menghantarkan dirinya sebagai orang yang mulia dengan memiliki kedudukan terhormat.

Keempat, Nabi Dawud diberikan keistimewaan oleh Allah mampu membuat baju besi. Hal ini seperti dalam Surat al-Anbiya’:80

وَعَلَّمْنَاهُ صَنْعَةَ لَبُوسٍ لَّكُمْ لِتُحْصِنَكُم مِّن بَأْسِكُمْ ۖ فَهَلْ أَنتُمْ شَاكِرُونَ (80

Artinya:”Dan telah Kami ajarkan kepada Daud membuat baju besi untuk kamu, guna memelihara kamu dalam peperanganmu; Maka hendaklah kamu bersyukur (kepada Allah).”

Kelima, Nabi Sulaiman diberikan kemampuan berbicara dengan bahasa hewan. Hal ini sesuai dalam Surat An-Naml:16

وَوَرِثَ سُلَيْمَانُ دَاوُودَ ۖ وَقَالَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ عُلِّمْنَا مَنطِقَ الطَّيْرِ وَأُوتِينَا مِن كُلِّ شَيْءٍ ۖ إِنَّ هَٰذَا لَهُوَ الْفَضْلُ الْمُبِينُ (16

Artinya:”Dan Sulaiman telah mewarisi Daud, dan dia berkata: “Hai Manusia, kami telah diberi pengertian tentang suara burung dan kami diberi segala sesuatu. Sesungguhnya (semua) ini benar-benar suatu kurnia yang nyata.”

Keenam, Allah mengajarkan kepada Nabi Isa kitab Taurat dan memberikan kitab Injil. Hal ini seperti dalam Surat Ali Imran:48

وَيُعَلِّمُهُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَالتَّوْرَاةَ وَالْإِنجِيلَ (48

Artinya:”Dan Allah akan mengajarkan kepadanya Al Kitab, Hikmah, Taurat dan Injil.”

Ketujuh, Nabi Muhammad diberikan keistimewaan dan kelebihan akan ajaran syariat, tauhid, serta diberikan pengetahuan yang ia belum ketahui sebelumnya. Hal ini sesuai dalam keterangan Surat An-Nisa 113

وَلَوْلَا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكَ وَرَحْمَتُهُ لَهَمَّت طَّائِفَةٌ مِّنْهُمْ أَن يُضِلُّوكَ وَمَا يُضِلُّونَ إِلَّا أَنفُسَهُمْ ۖ وَمَا يَضُرُّونَكَ مِن شَيْءٍ ۚ وَأَنزَلَ اللَّهُ عَلَيْكَ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَعَلَّمَكَ مَا لَمْ تَكُن تَعْلَمُ ۚ وَكَانَ فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكَ عَظِيمًا (113

Sekiranya bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu, tentulah segolongan dari mereka berkeinginan keras untuk menyesatkanmu. Tetapi mereka tidak menyesatkan melainkan dirinya sendiri, dan mereka tidak dapat membahayakanmu sedikitpun kepadamu. Dan (juga karena) Allah telah menurunkan Kitab dan hikmah kepadamu, dan telah mengajarkan kepadamu apa yang belum kamu ketahui. Dan adalah karunia Allah sangat besar atasmu.

Juga seperti dalam Surat Ar-Rahman:1

الرَّحْمَٰنُ (1)عَلَّمَ الْقُرْآنَ (2)خَلَقَ الْإِنسَانَ (3

Artinya:” (Tuhan) Yang Maha Pemurah,Yang telah mengajarkan al Quran.Dia menciptakan manusia.

Nabi Muhammad diberikan kelebihan oleh Allah dalam berbagai hal, mampu memberikan syafaat di akhirat kelak, ajarannya paling sempurna, serta amal ibadahnya dilipatgandakan.

Dari penjelasan ini, Kriteria Nabi yang diberikan anugerah ini sebaiknya kita ikuti sebatas kemampuan, karena mereka memiliki suri tauladan yang baik.

Moh Afif Sholeh, M.Ag.

Seorang penggiat literasi, serta aktif di kajian ISMA' Center (Islami Studies and Maqasid Al-Syariah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *