7 Golongan yang Memiliki Pengaruh Besar pada Kehidupan Manusia - masholeh.com
0 views

7 Golongan yang Memiliki Pengaruh Besar pada Kehidupan Manusia

rang yang mengikuti kebaikan akan mendapatkan kehormatan terutama orang yang mau mengikuti Nabi maka akan mendapatkan kemulian dunia akhirat, maka dari itu jangan mengikuti hawa nafsu maupun bisikan syaithan yang selalu ingin menyesatkan manusia.

Politik Ala Nabi

MULIA DUNIA AKHIRAT

Manusia sebagai makhluk sosial, selalu ingin berinteraksi dengan orang disekitarnya, dan ia tak akan mampu hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. Dalam pergaulannya, manusia sering mengamati, melihat, bahkan membicarakan  kesuksesan atau kemalangan seseorang entah sebagai bahan obrolan atau ingin mengenal seseorang untuk bisa diikuti prilaku baiknya atau kesuksesannya dalam usaha, serta dalam membangun keharmonisan keluarga.

Sedangkan kelemahan manusia adalah selalu mudah mengikuti suasana dalam hati, apalagi keinginanan hawa nafsu yang ingin selalu mengarahkan dirinya kepada hal yang menggiurkan mata. Padahal tak semua keinginan hati harus diikuti, tapi dicerna terlebih dahulu sesuai dengan ajaran agama atau logika sehat manusia.

baca juga: Empat golongan yang dimurkai oleh Allah swt 

Dalam hal ini Syeh Muhammad bin Abdul Karim dalam Mausu’ah al-Kisanzan mengutip perkataan Syeh Ismail Haqqi al-Barusuwi yang menjelaskan bahwa tujuh golongan ini bila diikuti maka ada imbasnya.

Pertama, orang yang mengikuti nafsunya maka akan menyisakan penyesalan yang mendalam seperti yang dialami oleh Qabil setelah membunuh adiknya. Penyesalan ini digambarkan dalam Al-Qur’an Surat al-Maidah: 30 yang berbunyi:

فَطَوَّعَتْ لَهُ نَفْسُهُ قَتْلَ أَخيهِ فَقَتَلَهُ فَأَصْبَحَ مِنَ الْخاسِرينَ.

Artinya: “Maka hawa nafsu Qabil menjadikannya menganggap mudah membunuh saudaranya, sebab itu dibunuhnyalah, maka jadilah ia seorang diantara orang-orang yang merugi.”

baca jug: Tiga Golongan yang selalu dilindungi Allah 

Kedua, orang yang mengikuti Hawa dalam dirinya maka akan dijauhkan dari kebenaran seperti yang dialami Bal’am bin Baura’ (seorang Ulama’ besar dari kalangan Bani Israil). Hal ini digambarkan dalam al-Qur’an Surat al-A’raf:176 yang berbunyi:

وَلَوْ شِئْنَا لَرَفَعْنَاهُ بِهَا وَلَٰكِنَّهُ أَخْلَدَ إِلَى الْأَرْضِ وَاتَّبَعَ هَوَاهُ ۚ فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ الْكَلْبِ إِن تَحْمِلْ عَلَيْهِ يَلْهَثْ أَوْ تَتْرُكْهُ يَلْهَث ۚ ذَّٰلِكَ مَثَلُ الْقَوْمِ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا ۚ فَاقْصُصِ الْقَصَصَ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ (176(

Artinya:“Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir.”

Ketiga, orang yang mengikuti syahwat (keinginan berlebihan) maka akan mengarahkan kepada kekafiran. Hal ini digambarkan dalam al-Qur’an Surat Maryam: 59 yang berbunyi:

 فَخَلَفَ مِن بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلَاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ ۖ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا (59

Artinya: “Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan,”

Keempat, orang yang mengikuti Fir’aun akan ikut tenggelam dilautan dan terbakar di neraka. Hal ini digambarkan dalam al-Qur’an Surat Hud: 97-98 yang berbunyi:

إِلَىٰ فِرْعَوْنَ وَمَلَئِهِ فَاتَّبَعُوا أَمْرَ فِرْعَوْنَ ۖ وَمَا أَمْرُ فِرْعَوْنَ بِرَشِيدٍ (97) يَقْدُمُ قَوْمَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَأَوْرَدَهُمُ النَّارَ ۖ وَبِئْسَ الْوِرْدُ الْمَوْرُودُ (98

Artinya: “kepada Fir’aun dan pemimpin-pemimpin kaumnya, tetapi mereka mengikut perintah Fir’aun, padahal perintah Fir’aun sekali-kali bukanlah (perintah) yang benar. Ia berjalan di muka kaumnya di hari kiamat lalu memasukkan mereka ke dalam neraka. Neraka itu seburuk-buruk tempat yang didatangi.”

Kelima, orang yang mengikuti pemimpin yang sesat selalu mengikuti hawa nafsunya bukan mengurusi rakyatnya maka ia akan merasakan kerugian yang mendalam. Hal ini digambarkan dalam al-Qur’an Surat Al-Baqarah:166 yang berbunyi:

إِذْ تَبَرَّأَ الَّذِينَ اتُّبِعُوا مِنَ الَّذِينَ اتَّبَعُوا وَرَأَوُا الْعَذَابَ وَتَقَطَّعَتْ بِهِمُ الْأَسْبَابُ (166

Artinya: “(Yaitu) ketika orang-orang yang diikuti itu berlepas diri dari orang-orang yang mengikutinya, dan mereka melihat siksa; dan (ketika) segala hubungan antara mereka terputus sama sekali.”

Keenam, orang yang mencintai Nabi Muhammad akan selalu diberikan tambahnya manisnya cinta kepada Allah dan rasul-Nya. Hal ini digambarkan dalam al-Qur’an Surat Ali Imran: 31 yang berbunyi:

قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ (31

Artinya: “Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu”. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Ketujuh, orang yang mengikuti langkah syaithan akan merasakan siksaan neraka Jahannam. Hal ini digambarkan dalam al-Qur’an Surat Hijr: 42 yang berbunyi:

إِنَّ عِبَادِي لَيْسَ لَكَ عَلَيْهِمْ سُلْطَانٌ إِلَّا مَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْغَاوِينَ (42

Artinya: “Sesungguhnya hamba-hamba-Ku tidak ada kekuasaan bagimu terhadap mereka, kecuali orang-orang yang mengikut kamu, yaitu orang-orang yang sesat.”

Dari penjelasan diatas dapat dipahami bahwa orang yang mengikuti kebaikan akan mendapatkan kehormatan terutama orang yang mau mengikuti Nabi maka akan mendapatkan kemulian dunia akhirat, maka dari itu jangan mengikuti hawa nafsu maupun bisikan syaithan yang selalu ingin menyesatkan manusia.

artikel ini pernah dimuat di masholeh.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *