BUMI, NABI ADAM

7 Kategori Kenikmatan Akhirat yang Jarang Diketahui

Kehidupan dunia hanya bersifat sementara dibandingkan kehidupan akhirat yang kekal. Seringkali seseorang merasakan stres yang mendalam disebabkan hilangnya harta, tahta, Toyota yang ia miliki ataupun jabatan yang ia idam-idamkan.

Hal ini berbeda dengan kehidupan akhirat yang kenikmatannya tak terbatas serta selalu dirindu oleh setiap manusia.

Beruntung orang yang beramal kebaikan dengan tujuan mendapatkan kenikmatan akhirat. Hal ini sesuai ayat yang berbunyi:

مَن كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الْآخِرَةِ نَزِدْ لَهُ فِي حَرْثِهِ ۖ وَمَن كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الدُّنْيَا نُؤْتِهِ مِنْهَا وَمَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ مِن نَّصِيبٍ (20

Artinya: Barang siapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barang siapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagianpun di akhirat. (QS. As Syura: 20).

Imam Al Qurthubi dalam tafsirnya menjelaskan orang yang diberikan Rizki oleh Allah kemudian menginfakakkan untuk tujuan akhirat seperti untuk menunaikan kewajiban yang berkaitan dengan Tuhannya serta untuk tujuan mensyiarkan agamanya maka Allah akan memberikan pahala berlipat ganda sampai tujuh ratus lipatan.

Sedangkan orang yang ingin mendapatkan harta maupun jabatan dunia dengan tujuan yang terlarang maka Allah tak akan menghalanginya namun di akhirat ia tak mendapatkan pahala akhirat.

untung di dunia
7 Kategori Kenikmatan Akhirat yang Jarang Diketahui

Menurut Abu Naim Al Asfihani dalam kitab Adz Dzariah ila Makarim As Syari’ah menjelaskan tentang kenikmatan akhirat yaitu

ﻭﺛﻤﺮﺓ ﺣﺮﺙ اﻵﺧﺮﺓ ﻋﻠﻰ اﻟﺘﻔﺼﻴﻞ ﺳﺒﻌﺔ ﺃﺷﻴﺎء ﺑﻘﺎء ﺑﻼ ﻓﻨﺎء، ﻭﻗﺪﺭﺓ ﺑﻼ ﻋﺠﺰ، ﻭﻋﻠﻢ ﺑﻼ ﺟﻬﻞ، ﻭﻏﻨﻰ ﺑﻼ ﻓﻘﺮ، ﻭﺃﻣﻦ ﺑﻼ ﺧﻮﻑ، ﻭﺭاﺣﺔ ﺑﻼ ﺷﻐﻞ، ﻭﻋﺰ ﺑﻼ ﺫﻝ.

Artinya: Pahala akhirat secara terperinci ada tujuh hal.

Pertama, kekal tak akan hancur. Maksudnya kenikmatan akhirat akan selalu abadi tak akan ada batas akhirnya.

Kedua, memiliki kemampuan serta dijauhkan dari sifat lemah.

Ketiga, jelas tak ada yang ditutup-tutupi. maksudnya nikmat akhirat itu nyata adanya. Semua akan diberikan kepada hambanya yang taat kepadanya.

Keempat, selalu tercukupi serta dijauhkan dari rasa kekurangan. Hal ini tak seperti saat di dunia yang selalu serba kekurangan.

Kelima, selalu terasa  aman terhindar dari rasa ketakutan.

Keenam, selalu merasa nyaman serta tak terasa kepayahan.

Ketujuh, mendapatkan kemuliaan serta dijauhkan dari kehinaan.

Dari sini dapat dipahami bahwa nikmat akhirat akan diberikan kepada hamba yang selalu taat serta berusaha menjauhi larangannya.

Moh Afif Sholeh, M.Ag.

Seorang penggiat literasi, serta aktif di kajian ISMA' Center (Islami Studies and Maqasid Al-Syariah)