Shalat, taubat, ibadah, sujud

Abdul Wahid bin Zaid: Penceramah Ulung yang Menginspirasi Banyak Orang

Imam Abdul Wahid bin Zaid dikenal sebagai seorang yang tekun beribadah serta tak terlena akan gemerlapan dunia. Disamping itu, ia sebagai seorang penceramah handal yang selalu menginspirasi banyak orang untuk selalu dekat dengan Allah serta menganjurkan untuk tidak terlena akan gemerlapan dunia yang fana ini.

Ia berguru kepada imam Hasan Al Basri juga kepada Imam Atha bin Abi Rabah. Diantara murid-muridnya adalah Imam Muhammad bin As Samak, Imam Waki’, Imam Abu Sulaiman Ad Darani. Imam Abdul Wahid meninggal pada tahun 177 H.

Imam Abu Naim Al Asfihani dalam kitab Hilyatul Aulia wa Tabaqatul Asfiya mengutip nasehat-nasehat Abdul yang sangat mengesankan, diantaranya:

baca juga Hubaib Al Farisi: Ahli Ibadah yang Memiliki Banyak Karamah

Pertama. Nasehat terkait masalah perut. ia berkata:

ﻣﻦ ﻗﻮﻱ ﻋﻠﻰ ﺑﻄﻨﻪ ﻗﻮﻱ ﻋﻠﻰ ﺩﻳﻨﻪ، ﻭﻣﻦ ﻗﻮﻱ ﻋﻠﻰ ﺑﻄﻨﻪ ﻗﻮﻱ ﻋﻠﻰ اﻷﺧﻼﻕ اﻟﺼﺎﻟﺤﺔ، ﻭﻣﻦ ﻟﻢ ﻳﻌﺮﻑ ﻣﻀﺮﺗﻪ ﻓﻲ ﺩﻳﻨﻪ ﻣﻦ ﻗﺒﻞ ﺑﻄﻨﻪ ﻓﺬاﻙ ﺭﺟﻞ ﻓﻲ اﻟﻌﺎﺑﺪﻳﻦ ﺃﻋﻤﻰ

Barangsiapa mampu menahan perutnya maka ia akan kuat memegang ajaran agamanya. Orang yang kuat menahan perutnya maka ia mampu memegang akhlak yang baik. Barangsiapa yang tidak mengetahui kemadharatan dalam urusan agama sebelum urusan perutnya maka ia termasuk ahli ibadah tetapi buta mata hatinya.

baca juga: Imam Al-Amidi: Ulama’ yang Terusir dari Mesir

Kedua. Nasehat untuk penceramah agar mudah diterima jama’ahnya. Abdul Wahid bin Zaid berkata

ﺧﺮﻭﺝ اﻟﻤﻮﻋﻈﺔ ﻣﻦ ﻗﻠﺐ اﻟﻤﺘﻜﻠﻢ ﺗﻘﻊ ﻓﻲ ﻗﻠﺐ اﻟﻤﺴﺘﻤﻊ ﻛﻤﺎ ﺧﺮﺟﺖ ﻣﻦ ﻗﻠﺐ اﻟﻮاﻋﻆ ﻻ ﻳﻐﻴﺮﻫﺎ ﺷﻲء

Bila sebuah petuah atau nasehat keluar dari lubuk hati orang yang menyampaikan maka akan mudah diterima oleh pendengarnya. Hal ini diumpamakan petuah yang keluar dari penceramah yang tak ada penghalangnya.

Dari sini dapat dipahami bahwa imam Abdul Wahid bin Zaid sesosok ulama kharismatik yang pantas pengikut serta petuah-petuahnya dijadikan bahan inspirasi banyak orang.

Moh Afif Sholeh, M.Ag.

Seorang penggiat literasi, serta aktif di kajian ISMA' Center (Islami Studies and Maqasid Al-Syariah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *