Ulama' yang terkecoh Jama'ahn

Adab Berdoa sesuai Sunnah Rasul (1) tentang Memilih Waktu dan Tempat

Doa merupakan permintaan terkabulnya hajat seorang hamba serta sebagai bentuk penghambaan diri kepada sang pencipta yaitu Allah Dzat yang Maha Kuasa serta sebagai bukti ketidakberdayaan dirinya akan keagungan-Nya.

Agar doa didengar oleh Allah atau terkabul harus mengikuti syarat dan ketentuan. Begitu juga harus menggunakan adab yang harus dipenuhi bagi orang yang berdoa.

Imam al-Suyuti dalam sebuah karyanya yang berjudul Siham al-Ishabah fi ad-Da’awat al-Mustajabah menjelaskan salah satu tanda doa dikabulkan oleh Allah, di antaranya berkaitan dengan waktu dan tempat.

baca juga Hakikat Doa dan Tingkatannya

Imam Taqiyuddin yang lebih dikenal  Ibnu Al Imam dalam karyanya yang berjudul Silahul Mukmin fi Ad Dua wa Adzikri menjelaskan  tentang adab-adab dalam berdoa, diantaranya

Pertama. memilih waktu yang utama. Imam Nawawi dalam kitab Riyadh al-Shalihin mengutip sebuah hadis Nabi yang berbunyi:

ﻭﻋﻦ ﺃﺑﻲ ﺃﻣﺎﻣﺔ ﺭﺿﻲ اﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﻗﺎﻝ: ﻗﻴﻞ ﻟﺮﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ: ﺃﻱ اﻟﺪﻋﺎء ﺃﺳﻤﻊ؟ ﻗﺎﻝ:”ﺟﻮﻑ اﻟﻠﻴﻞ اﻵﺧﺮ، ﻭﺩﺑﺮ اﻟﺼﻠﻮاﺕ اﻟﻤﻜﺘﻮﺑﺎﺕ “ﺭﻭاﻩ اﻟﺘﺮﻣﺬﻱ ﻭﻗﺎﻝ: ﺣﺪﻳﺚ ﺣﺴﻦ

Artinya: Diriwayatkan dari Abi Umamah RA. Ia berkata: Nabi ditanya tentang doa yang paling didengar oleh Allah. Kemudian Nabi menjawab: yaitu di tengah malam yang akhir (sepertiga malam), dan setelah shalat fardhu. (HR. Tirmidzi, ia berkomentar bahwa hadis ini derajatnya Hasan).

baca juga 10 Penghalang Terkabulnya Doa yang Jarang Diketahui Banyak Orang

Moh Afif Sholeh, M.Ag.

Seorang penggiat literasi, serta aktif di kajian ISMA' Center (Islami Studies and Maqasid Al-Syariah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *