Adab Berdoa sesuai Sunnah Rasul (4) Dianjurkan Menghadap Kiblat

Manusia yang mulia adalah orang yang memiliki ilmu dan memegang adab atau sopan santun kepada siapapun baik kepada Allah sebagai Tuhannya begitu juga kepada makhluk yang lainnya.

Salah satu adab atau etika dalam berdoa kepada Allah yaitu menghadap ke kiblat atau ka’bah. Hal ini sesuai potongan ayat yang berbunyi

فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۚ وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوا وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُ ۗ 

Artinya:
maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. (QS. Al Baqarah: 144).

baca juga Adab Berdoa sesuai Sunnah Rasul (3) Sebelum Doa Berwudhu Terlebih dahulu

Imam Al Qurtubi dalam Tafsirnya menjelaskan bahwa ayat ini sebagai dalil tentang perintah menghadap kiblat yaitu Ka’bah saat melakukan shalat. lebih lanjut imam Al Qurtubi mengutip pendapat Imam Atho dan Imam Mujahid yang menyatakan bahwa memandang Ka’bah pun termasuk kategori ibadah. Dari sini dapat dipahami saat berdoa dianjurkan menghadap kiblat sesuai petunjuk Al Qur’an dan Sunnah Nabi Muhammad.

baca juga Adab Berdoa sesuai Sunnah Rasul (2) Sebelum Doa, Awali dengan Amal Kebaikan

Dalam keterangan sebuah hadis yang mengkisahkan bahwa Nabi Muhammad berdoa dengan Menghadap ke kiblat yaitu

ﻭﻋﻦ ﻋﺒﺪ اﻟﻠﻪ ﺑﻦ ﻣﺴﻌﻮﺩ ﺭﺿﻲ اﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﻗﺎﻝ اﺳﺘﻘﺒﻞ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ اﻟﻜﻌﺒﺔ ﻓﺪﻋﺎ ﻋﻠﻰ ﻧﻔﺮ ﻣﻦ ﻗﺮﻳﺶ ﻋﻠﻰ ﺷﻴﺒﺔ ﺑﻦ ﺭﺑﻴﻌﺔ ﻭﻋﺘﺒﺔ ﺑﻦ ﺭﺑﻴﻌﺔ اﻟﺤﺪﻳﺚ
ﺭﻭاﻩ اﻟﺒﺨﺎﺭﻱ ﻭﻣﺴﻠﻢ

Artinya:
Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu Anhu berkata: Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wasallam Menghadap Kiblat kemudian berdoa untuk sebagian golongan suku Quraisy dan kepada Syaibah bin Rabiah juga kepada Utbah bin Rabiah. (HR. Bukhari dan Muslim).

baca juga Adab Berdoa sesuai Sunnah Rasul (1) tentang Memilih Waktu dan Tempat

Dari penjelasan diatas dapat dipahami bahwa adab dalam berdoa adalah dengan mengahadap kiblat sesuai dengan petunjuk Al Qur’an dan Sunnah Nabi Muhammad serta sebagai sarana terkabulnya doa yang dipanjatkan oleh seorang hamba.

Moh Afif Sholeh, M.Ag.

Seorang penggiat literasi, serta aktif di kajian ISMA' Center (Islami Studies and Maqasid Al-Syariah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *