shalat jamaah

Adab Menjadi Imam Shalat menurut Imam Al Ghazali

Islam menganjurkan kepada umatnya untuk melakukan shalat berjamaah terutama di masjid, musolla atau di rumah bersama keluarga karena di dalamnya banyak hikmah kehidupan yang bisa dipetik sebagai pelajaran, diantaranya bertambahnya pahala berlipat ganda serta mengajarkan ketaatan kepada imam atau pemimpin shalat. Begitu juga seorang imam harus mengerti kondisi makmumnya sehingga terjadi keharmonisan antara imam dan makmumnya.

Shalat berjamaah membawa dampak positif bagi umat manusia terutama sebagai ajang interaksi sosial sesama muslim maupun dengan lingkungan sekitarnya. Di samping itu, shalat berjamaah sebagai perwujudan syiar agama Islam sehingga menjadi kokoh.

Adab Imam Shalat Berjamaah

Imam Al Ghazali dalam kitab Bidayatul Hidayah menjelaskan secara terperinci tentang adab seorang imam shalat diantaranya:

Pertama, Seorang imam sebaiknya memperingan shalatnya maksudnya setelah membaca Al Fatihah, imam tak perlu membaca surat terlalu panjang.

Kedua, imam tak memulai shalatnya sebelum Iqamah selesai dan sebelum shafnya lurus dan rapi.

Ketiga, Imam harus mengeraskan bacaan takbirnya supaya makmum mendengarnya.

Adab Menjadi Imam Shalat menurut Imam Al Ghazali
Adab Menjadi Imam Shalat menurut Imam Al Ghazali

Keempat, Ia harus niat menjadi imam. Hal ini supaya mendapatkan pahala berjamaah.

Kelima, Imam membaca secara pelan doa iftitah dan ta’awudz serta mengeraskan bacaan Al fatihah dan surat-surat lain begitu juga bacaan Amin pada shalat shubuh, dua rakaat awal shalat magrib dan isya.

Keenam, imam hendaknya berhenti sejenak setelah membaca Al Fatihah. ini bertujuan supaya makmumnya membaca Al Fatihah.

Ketujuh, seorang imam membaca tasbih sebanyak 3 kali saja saat ruku’ dan sujud dan tak membaca melebihi hitungan tersebut.

Kedelapan, hendaknya imam membaca tasyahhud atau tahiyyat awal sampai bacaan shalawat kepada Nabi saja.

Kesembilan, saat salam, imam niat memberikan salam kepada makmumnya. Begitu juga makmum niat menjawab salam imamnya.

Kesepuluh, Saat membaca qunut, imam membaca dengan suara lantang serta tak boleh berdoa untuk dirinya sendiri tapi untuk semuanya.

Hal-hal ini perlu diperhatikan bagi seorang imam shalat supaya lebih sempurna dan lebih bermakna sehingga mendapatkan pahala yang berlipat ganda dan memberi manfaat bagi sekitarnya.

Moh Afif Sholeh, M.Ag.

Seorang penggiat literasi, serta aktif di kajian ISMA' Center (Islami Studies and Maqasid Al-Syariah)