adzan

Adzan atau Menjadi Imam yang lebih Utama?

Hukum

Allah memang Maha Adil, akan memberikan pahala kepada orang yang taat kepada-Nya serta mengancam siksaan kepada orang menentang perintah-Nya.

Pahala yang dijanjikan tak akan dikurangi sedikit pun, serta ia akan memberikan pahala sebatas yang ia kerjakan. Dari sini timbul pertanyaan tentang lebih utama mana mengumandangkan Adzan sebagai pengingat masuknya waktu Shalat atau Menjadi Imam Shalat?

Dalam kitab Al-Adzkar, Imam Nawawi menjelaskan,

ﻭاﺧﺘﻠﻒ ﺃﺻﺤﺎﺑﻨﺎ ﻓﻲ اﻷﺫاﻥ ﻭاﻹﻣﺎﻣﺔ، ﺃﻳﻬﻤﺎ ﺃﻓﻀﻞ؟ ﻋﻠﻰ ﺃﺭﺑﻌﺔ ﺃﻭﺟﻪ: اﻷﺻﺢ: ﺃﻥ اﻷﺫاﻥ ﺃﻓﻀﻞ، ﻭاﻟﺜﺎﻧﻲ: اﻹﻣﺎﻣﺔ، ﻭاﻟﺜﺎﻟﺚ: ﻫﻤﺎ ﺳﻮاء، ﻭاﻟﺮاﺑﻊ: ﺇﻥ ﻋﻠﻢ ﻣﻦ ﻧﻔﺲ اﻟﻘﻴﺎﻡ ﺑﺤﻘﻮﻕ اﻹﻣﺎﻣﺔ، ﻭاﺳﺘﺠﻤﻊ ﺧﺼﺎﻟﻬﺎ؛ ﻓﻬﻲ ﺃﻓﻀﻞ، ﻭﺇﻻ ﻓﺎﻷﺫاﻥ ﺃﻓﻀﻞ

Ada perselisihan seputar Adzan dan menjadi Imam Shalat, mana yang lebih utama?
Dalam hal ini ada empat pendapat. Pertama, Adzan lebih utama. Kedua, Menjadi Imam lebih utama. Ketiga, Keduanya sama pahalanya. Keempat, Jika seorang Imam Shalat mengetahui Syarat, Rukun yang telah ditentukan maka menjadi Imam lebih utama, jika seorang Imam tak mengetahuinya maka Adzan lebih Utama.

Dari penjelasan diatas dapat dipahami bahwa Adzan maupun menjadi Imam Shalat keduanya merupakan amal perbuatan yang baik dan harus ditempatkan sesuai porsinya masing-masing. Keduanya perlu memperhatikan Syarat-syarat dan rukun-rukunnya yang telah ditetapkan oleh Agama agar mendapatkan pahala dari-Nya.

Wallahu A’lam

Moh Afif Sholeh, M.Ag.

Seorang penggiat literasi, serta aktif di kajian ISMA' Center (Islami Studies and Maqasid Al-Syariah)

http://www.masholeh.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *