pribadi baik, manusia

Agar Amalmu Diterima oleh Allah, Perkuat dengan Hal berikut

Amal perbuatan seseorang akan diterima oleh Allah jika sesuai dengan ajaran Agama dan dilakukan dengan rasa keikhlasan.

Abu al-Lais as-Samarkandi dalam Tanbih al-Ghafilin mengkisahkan bahwa Suatu ketika Hatim al-Asham (W.237 H.) ditanya seseorang tentang landasan dalam beramal  Lantas ia menjawab:

ﻋﻼﻡ ﺑﻨﻴﺖ ﻋﻤﻠﻚ؟ ﻗﺎﻝ: ﻋﻠﻰ ﺃﺭﺑﻊ: ﺃﺣﺪﻫﺎ: ﺇﻧﻲ ﻋﻠﻤﺖ ﺃﻥ ﻟﻲ ﺭﺯﻗﺎ ﻻ ﻳﺠﺎﻭﺯﻧﻲ ﺇﻟﻰ ﻏﻴﺮﻱ ﻛﻤﺎ ﻻ ﻳﺠﺎﻭﺯ ﺭﺯﻕ ﺃﺣﺪ ﺇﻟﻲ ﻓﻮﺛﻘﺖ ﺑﻪ. ﻭاﻟﺜﺎﻧﻲ: ﻋﻠﻤﺖ ﺃﻥ ﻋﻠﻲ ﻓﺮﺿﺎ ﻻ ﻳﺆﺩﻳﻪ ﻏﻴﺮﻱ، ﻓﺄﻧﺎ ﻣﺸﻐﻮﻝ ﺑﻪ. ﻭاﻟﺜﺎﻟﺚ: ﻋﻠﻤﺖ ﺃﻥ ﺭﺑﻲ ﻳﺮاﻧﻲ ﻛﻞ ﻭﻗﺖ، ﻓﺄﺳﺘﺤﻲ ﻣﻨﻪ. ﻭاﻟﺮاﺑﻊ: ﻋﻠﻤﺖ ﺃﻥ ﻟﻲ ﺃﺟﻼ ﻳﺒﺎﺩﺭﻧﻲ، ﻓﺄﻧﺎ ﺃﺑﺎﺩﺭﻩ

Dengan apa kamu mengokohkan amal perbuatanmu?
Ia menjawab: “Dengan empat hal. Pertama, aku tahu bahwa rizkiku tak akan diambil oleh orang lain seperti halnya Rizki orang tak akan menjadi bagianku, dari sini saya menjadi yakin.

Kedua, Saya mempunyai kewajiban yang tak bisa ditunaikan oleh orang lain, maka dari itu saya kerjakan sendiri.

Ketiga, Aku tahu bahwa Tuhanku selalu mengawasiku, maka aku malu dari-Nya.

Keempat,  aku tahu ajal segera menjemputku, maka aku selalu siap selalu.”

Dari pemaparan diatas dapat diketahui bahwa setiap amalan harus dilandasi ilmu pengetahuan serta keimanan yang dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari.

Moh Afif Sholeh, M.Ag.

Seorang penggiat literasi, serta aktif di kajian ISMA' Center (Islami Studies and Maqasid Al-Syariah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *