Ahli Kubur Mengetahui Orang yang Menziarahinya, ini Dalilnya

Ziarah kubur pada permulaan Islam belum dianjurkan bahkan dilarang. Setelah Nabi hijrah ke Madinah, keimanan para sahabat semakin tebal dan kuat maka dianjurkan untuk berziarah kubur dengan tujuan untuk mengingatkan  kehidupan akhirat yaitu setelah mengalami kematian dengan menyiapkan bekal sebanyak-banyaknya.

Baca juga: http://masholeh.com/himpitan-kubur-sebelum-malaikat-datang-atau-setelahnya/

Hal ini berlandaskan hadist Nabi

وعن ابن مسعود رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال كنت نهيتكم عن زيارة القبور فزوروا القبور فإنها تزهد في الدنيا وتذكر الآخرة. رواه ابن ماجه بإسناد صحيح

Artinya:”Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud Radhiyallahu Anhu bahwasanya Rasulullah Saw bersabda:”Aku telah melarang kalian ziarah kubur maka ziarah kuburlah karena akan menjadikan kalian menjadi Zuhud (tak terlena dunia) serta mengingatkan akan akhirat. (HR. Ibnu Majah dengan sanad yang shahih).

Baca juga: http://masholeh.com/bukti-para-nabi-masih-hidup-walau-telah-terkubur-jasadnya/

Menurut Imam al-Munawi dalam Faidhul Qadir menjelaskan bahwa larangan ziarah kubur diawal Islam dikarenakan dekatnya waktu peralihan dari masa kekafiran. Setelah ajaran Islam sudah mendarah daging dan keimanan mereka kuat maka dianjurkan untuk ziarah kubur sebagai obat bagi orang yang keras hatinya.

Baca juga: http://masholeh.com/ingin-selamat-dari-siksa-kubur-lakukan-empat-hal-ini/

Menurut Izzuddin bin Abdussalam
ahli kubur mengetahui orang-orang yang menziarahinya dengan alasan bahwa kita diperintahkan untuk memberikan salam
saat memasuki pemakaman, tak mungkin syariat Islam memerintahkan untuk mengucapkan salam kepada  orang yang tak mendengar.

Dari penjelasan ini, seseorang yang hendak berziarah sebaiknya menjaga sopan santun, diantaranya:

Pertama,  mengucapkan salam ketika memasuki area pemakaman.

Kedua, menghadiahkan bacaan Al-Qur’an kepada ahli kubur.

Baca juga: http://masholeh.com/ziarah-kubur-bermanfaat-bagi-yang-ziarah-dan-yang-diziarahi/

Ketiga, mendoakan ahli kubur supaya diampuni doaanya serta diterima amal kebaikannya.

Keempat, tak membuang kotoran apapun di sekitar pemakaman.

Waallahu A’lam

Moh Afif Sholeh, M.Ag.

Seorang penggiat literasi, serta aktif di kajian ISMA' Center (Islami Studies and Maqasid Al-Syariah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *