Akad Nikah gagal karena Gempa

Pada hari yang di nanti-nanti oleh sepasang kekasih yang siap mengarungi bahtera rumah tangga, adalah sebuah acara sakral, yaitu akad nikah.
Paijan beserta keluarga telah menyiapkan persiapan secara matang agar acaranya berjalan dengan hidmat dan lancar tanpa ada halangan apapun.

Ketika waktu yang ditunggu telah datang, yaitu akad nikah telah di mulai, sang penghulu menjelaskan tentang teknis prosesi akad nikahnya.
“Mas, bila nanti wali pengantin sudah membaca akad nikah, jawab dengan jelas dan lantang ya!” tuturnya dengan meyakinkan.
“Iya pak”.jawabnya dengan semangat.

Setelah Paijan mengerti dan memahami prosesi akad nikah, sang penghulu membacakan khutbah nikahnya, dilanjutkan akad dari wali.
“Wahai saudara Paijan bin Ponimin, saya nikahkan engkau dengan anak saya yang bernama Ice larisce dengan mas kawin sebuah cincin emas 23 gram dibayar tunai”.
Selang beberapa detik kemudian, lampu mati serta  terdengar teriakan dari luar ruangan.
“Gempa…gempa…”
Semuanya langsung lari berhamburan tak terkecuali kedua mempelai untuk mencari tempat perlindungan. Disela-sela kerumunan ruangan itu terdengar suara:

“belum sah, belum sah akadnya”

Suara itu jadi bahan pembicaraan tamu undangan yang berada di berada luar gedung. Semua tamu undangan menunggu keputusan acara ini dilanjutkan atau tidak. Setelah itu, kedua belah pihak keluarga bermusyawarah bahwa akad nikah ditunda besok karena cincin emas kawin hilang tak tahu kemana.

Oleh:Moh Afif Sholeh

moh afif sholeh

Seorang penggiat literasi, serta aktif di kajian ISMA' Center (Islami Studies and Maqasid Al-Syariah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *