Tafsir As-Shaad Ayat 29 tentang Al-Qur'an Mukjizat Terbesar Nabi, Jangan Dibuat Pajangan saja - masholeh.com
0 views

Tafsir As-Shaad Ayat 29 tentang Al-Qur’an Mukjizat Terbesar Nabi, Jangan Dibuat Pajangan saja

Al-Qur’an merupakan Kitab Suci bagi Umat Islam bertujuan untuk dipelajari, dipahami, dan diamalkan dalam kehidupan sehingga akan terasa sebagai petunjuk yang menyejukkan bagi siapapun, tak terkecuali bagi seseorang yang sedang gundah gulana maupun orang yang terlena akan hiruk pikuk dunia.

perbedaan ilmu al-qur'an dan ilmu tafsir

perbedaan ilmu al-qur'an dan ilmu tafsir

Al-Qur’an merupakan Kitab Suci bagi Umat Islam bertujuan untuk dipelajari, dipahami, dan diamalkan dalam kehidupan sehingga akan terasa sebagai petunjuk yang menyejukkan bagi siapapun, tak terkecuali bagi seseorang yang sedang gundah gulana maupun orang yang terlena akan hiruk pikuk dunia.

Sayangnya banyak sekali orang yang masih belum bisa membacanya apalagi sampai mempraktekkannya. Setiap orang Islam biasanya mempunyai al-Qur’an yang kadang hanya dijadikan sebagai pajangan lemari yang menghiasi ruangan. Padahal sebuah rumah akan terasa keberkahannya bila selalu dibacakan al-Qur’an didalamnya.

Allah berfirman dalam Surat Shaad: 29 yang berbunyi,

كِتَابٌ أَنزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِّيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الْأَلْبَابِ (29)

Artinya: “Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran.”

Menurut Imam At-Thabari dalam Tafsirnya menjelaskan bahwa al-Qur’an merupakan kitab yang diberkahi diberikan kepada Nabi Muhammad supaya direnungi dan dipahami isinya sebagai Hujjah dan penjelas akan ajaran Syariat Islam. Sedangkan menurut Imam Suyuthi dalam kitab Asrar Tartib al-Qur’an menjelaskan bahwa seseorang tak akan mampu memahami isinya (tadabbur) kecuali mengetahui arti penjelasan dan tujuan yang terkandung didalamnya.

Lebih lanjut, Ia menambahkan penjelasannya dalam Kitab al-Itqan bahwa sangat dianjurkan membaca Al-Qur’an dengan meresapi artinya, dan mehami maksudnya yang merupakan tujuan utama sehingga mampu mampu menyejukkan hati bagi yang membacanya.

Syeh Nawawi al-Bantani dalam Tafsirnya juga menjelaskan bahwa al-Qur’an diturunkan agar memberikan manfaat dalam urusan Agama dan urusan duniawi, serta sebagai petunjuk bagi orang yang mau memahaminya secara mendalam.
Hal senada juga dipaparkan oleh Syeh Muhammad Ibrahim al-Hafnawi Dirasat usuliyat Fi al-Qur’an al-Karim yang menyatakan bahwa tujuan al-Qur’an untuk memperbaiki hati dan akal manusia memiliki akidah atau keyakinan yang benar serta dihiasi akhlak yang utama.

Maka dari itu Umat Islam harus menyadari akan pentingnya belajar al-Qur’an agar hidupnya mendapatkankan keberkahan dan mendapatkankan keselamatan dunia hingga akhirat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *