Renungan

Alasan Nabi Menyimpan Doa Khususnya

Allah memberikan kepada setiap Nabi kedudukan yang tinggi dihadapan-Nya, begitu juga Ia akan mengabulkan doa yang mereka panjatkan kepada-Nya.
Salah satu keistimewaan Nabi Muhammad adalah selalu memperhatikan Umatnya, tidak hanya dalam urusan dunia, bahkan urusan akhirat pun beliau sangat peduli, bahkan memperjuangkan kepada Umatnya agar selamat dari neraka. Beliau lebih mementingkan urusan umat, mengalahkan urusan pribadi yang yang menjadikan kepala penat.

Salah satu alasan Nabi Muhammad menyembunyikan doa khususnya, tidak lain untuk memberi Syafaat kepada Umatnya. Hal ini seperti dalam Hadits Nabi yang berbunyi:

ﻋﻦ ﺃﻧﺲ، ﻋﻦ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻗﺎﻝ: ﻛﻞ ﻧﺒﻲ ﺳﺄﻝ ﺳﺆﻻ ﺃﻭ ﻗﺎﻝ: ﻟﻜﻞ ﻧﺒﻲ ﺩﻋﻮﺓ ﻗﺪ ﺩﻋﺎ ﺑﻬﺎ ﻓﺎﺳﺘﺠﻴﺐ، ﻓﺠﻌﻠﺖ ﺩﻋﻮﺗﻲ ﺷﻔﺎﻋﺔ ﻷﻣﺘﻲ ﻳﻮﻡ اﻟﻘﻴﺎﻣﺔ. رواه البخاري

Artinya: diriwayatkan dari Anas, Nabi bersabda: Setiap Nabi meminta permintaan, atau Nabi bersabda: setiap Nabi mempunyai doa yang selalu dikabulkan, bila ia berdoa pasti dikabulkan, maka dari itu, aku jadikan doaku sebagai Syafaat kepada Umatku. (H.R. al-Bukhari).

Imam Munawi dalam kitab Faidhul Qadir menjelaskan bahwa Nabi menggunakan doa khususnya untuk Umatnya, berbeda dengan Nabi sebelumnya yang menggunakannya di dunia, seperti Nabi Nuh, Nabi Musa yang mendoakan umatnya, ataupun Nabi Sulaiman yang meminta diberikan kerajaan. Ini bertujuan untuk memberikan Syafaat kepada mereka. Dalam hal ini, Syafaat adalah permintaan kebaikan kepada orang lain, diantaranya adalah:

a. Syafaat Nabi pada hari penantian penentuan putusan diakhirat.
b. Syafaat Nabi untuk memasukkan kaumnya untuk masuk surga tanpa hisab(perhitungan amal).
c. Syafaat yang diperuntukkan untuk ahli neraka.
d. Syafaat untuk mengangkat derajat seseorang di Surga.

Untuk mendapatkan Syafaat Nabi, Umatnya harus mentaati beliau dalam perkataan, perilaku, sebatas kemampuan, serta memperbanyak shalawat kepada beliau, karena hal ini akan mendekatkan kita kepada beliau.
Semoga kita tercatat sebagai umatnya yang taat dan mendapatkan syafaat pada hari kiamat.

Bagikan

Seorang penggiat literasi, serta aktif di kajian ISMA' Center (Islami Studies and Maqasid Al-Syariah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *