Allah Melarang Hamba-Nya Melakukan Hal-hal Ini, kelak di Akhirat tak akan Merasakannya - masholeh.com
1 views

Surga sebagai tempat kenikmatan bagi orang-orang yang diridhai oleh Allah, serta bagi orang yang beriman dan menjalankan perintah-Nya. Kenikmatan surga tak mampu dibayangkan oleh manusia, bahkan mata tak pernah melihat keindahannya, juga telinga belum pernah mendengar suara-suara yang ada di surga, apalagi hati manusia tak mampu menerkanya.

Untuk mendapatkan kenikmatan surga, seseorang dilarang melakukan beberapa hal seperti keterangan dalam Hadist Nabi yang dikutip oleh Imam al-Mundziri dalam Kitab at-Targib wa at-Tarhib:

ﻭﻋﻦ ﺃﺑﻲ ﻫﺮﻳﺮﺓ ﺭﺿﻲ اﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﺃﻥ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻗﺎﻝ ﻣﻦ ﻟﺒﺲ اﻟﺤﺮﻳﺮ ﻓﻲ اﻟﺪﻧﻴﺎ ﻟﻢ ﻳﻠﺒﺴﻪ ﻓﻲ اﻵﺧﺮﺓ ﻭﻣﻦ ﺷﺮﺏ اﻟﺨﻤﺮ ﻓﻲ اﻟﺪﻧﻴﺎ ﻟﻢ ﻳﺸﺮﺑﻬﺎ ﻓﻲ اﻵﺧﺮﺓ ﻭﻣﻦ ﺷﺮﺏ ﻓﻲ ﺁﻧﻴﺔ اﻟﺬﻫﺐ ﻭاﻟﻔﻀﺔ ﻟﻢ ﻳﺸﺮﺏ ﺑﻬﺎ ﻓﻲ اﻵﺧﺮﺓ ﺛﻢ ﻗﺎﻝ ﻟﺒﺎﺱ ﺃﻫﻞ اﻟﺠﻨﺔ ﻭﺷﺮاﺏ ﺃﻫﻞ اﻟﺠﻨﺔ ﻭﺁﻧﻴﺔ ﺃﻫﻞ اﻟﺠﻨﺔ

ﺭﻭاﻩ اﻟﺤﺎﻛﻢ ﻭﻗﺎﻝ ﺻﺤﻴﺢ اﻹﺳﻨﺎد

Artinya: Diriwayatkan dari Abi Hurairah, Bahwasanya Rasulullah bersabda: Barangsiapa yang memakai sutera di dunia, maka ia tak akan memakainya di akhirat. Barangsiapa yang meminum hal yang memabukkan (khamr), maka ia tak akan meminumnya di akhirat. Serta barangsiapa yang minum menggunakan wadah dari emas maupun perak, maka ia tak akan meminum menggunakan keduanya diakhirat. Lalu Nabi menjelaskan bahwa sutera merupakan pakaian di Surga, Khamr merupakan minuman di Surga, serta wadah minuman surga dari emas dan perak. (HR. Al-Hakim. Ia berkata: Hadits ini Shahih Sanadnya).

Imam al-Munawi dalam Faidhul Qadir menjelaskan bahwa larangan memakai sutera dan emas ditujukan kepada kaum lelaki saja, tidak kepada kaum hawa. Karena penggunaan benda-benda diatas sebagai pahala yang diberikan diakhirat, bukan di dunia, orang yang telah memakainya berarti telah menyegerakan sesuatu yang harus diakhirkan, jadi ia terhalangi untuk mendapatkannya kelak. Hal ini sesuai dengan kaidah yang berbunyi:

ﻣﻦ اﺳﺘﻌﺠﻞ اﻟﺸﻲء ﻗﺒﻞ ﺃﻭاﻧﻪ ﻋﻮﻗﺐ ﺑﺤﺮﻣﺎﻧﻪ

Artinya: Orang yang terburu mendapatkan sesuatu sebelum waktunya, maka ia akan terhalang untuk mendapatkannya.

Maka dari itu, kita harus menahan diri, serta selalu menjaga dari hal-hal yang terlarang, agar kita kelak menjadi seorang pemenang, bukan yang terkena bumerang, disebabkan langkahnya yang terlalu kelewatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *