Ancaman bagi Penebar Kebencian dan yang mendanai - masholeh.com
1 views

Ancaman bagi Penebar Kebencian dan yang mendanai

Seringkali manusia melakukan kejahatan karena kurang terpenuhi kebutuhannya, baik urusan perut, atau urusan hidup yang kian carut marut. Untuk mencukupi kebutuhannya kadang seseorang melakukan teror kepada orang lain atau bahkan mendanainya guna memuaskan hawa nafsunya. Ini ancaman bagi penebar ujaran kebencian dan yang mendanainya.

jaga lisan, cara memanggil

Hadist tentang keistimewaan menahan emosi

Manusia memiliki karakter yang berbeda-beda, ada yang baik juga ada yang buruk, ada yang kaya juga ada yang kurang biaya. Lingkungan sangat berperan dalam memberi warna seseorang menjadi baik atau tidak, maka dibutuhkan kepedulian semua orang untuk memperbaikinya.

Seringkali manusia melakukan kejahatan karena kurang terpenuhi kebutuhannya, baik urusan perut, atau urusan hidup yang kian carut marut. Untuk mencukupi kebutuhannya kadang seseorang melakukan teror kepada orang lain atau bahkan mendanainya guna memuaskan hawa nafsunya.

Dari sini timbul pertanyaan, bagaimana hukum bagi penebar ujaran kebencian dan yang mendanainya?

Dalam sebuah Hadits dijelaskan,

عَنِ ابْنِ عُمَرَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ أَعَانَ عَلَى خُصُومَةٍ بِظُلْمٍ، أَوْ يُعِينُ عَلَى ظُلْمٍ، لَمْ يَزَلْ فِي سَخَطِ اللَّهِ حَتَّى يَنْزِعَ»

Artinya: “Diriwayatkan dari Ibnu Umar, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda:”Barangsiapa menebar permusuhan karena kedzaliman atau membantu berbuat kedzaliman maka Allah akan murka kepadanya sampai ia berhenti atau menyesali perbuatannya.” (HR. Ibnu Majah)

Syeh Muhammad bin Abdul Hadi As-Sindi dalam Hasyiyah as-Sindi Ala Ibni Majah dalam menjelaskan bahwa orang yang membantu berbuat kedzaliman akan mendapatkan murka Allah kecuali bila ia bertobat, berhenti melakukan kedzaliman itu.

Dari penjelsan ini dapat dipahami bahwa orang yang membuat keonaran, kedzaliman atau penebar kebencian bahkan yang membantu mendanainya, juga yang menyiapkan logistiknya harus bertanggung jawab dan memikul dosa karena telah menyakiti banyak pihak, banyak orang yang tersakiti tidak hanya fisik juga batin, hati tersayat-sayat akibat fitnah yang dihembuskan. Maka dari itu, berhentilah dari perbuatan kedzaliman agar hidupnya kelak menjadi aman dan nyaman.

tulisan ini pernah dimuat di masholeh.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *