Anjuran meminta didoakan orang lain

Allah sengaja menyembunyikan doa orang yang ia kabulkan. Hal ini bertujuan agar manusia selalu memanjatkan doa, dan selalu menghargai siapapun tanpa memandang kasta atau yang bergelimang harta, pemulung atau oratur ulung, pejabat atau rakyat, kyai atau penjual sapi, preman atau orang yang beriman, begitu juga tokoh masyarakat atau ustadz, karena bisa saja orang itu doanya lebih diterima oleh Allah. Di dalam sebuah Hadis yang berbunyi:

ﻋﻦ ﻋﻤﺮ ﺑﻦ اﻟﺨﻄﺎﺏ -ﺭﺿﻲ اﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻋﻨﻪ- ﻗﺎﻝ: اﺳﺘﺄﺫﻧﺖ اﻟﻨﺒﻲ -ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ- ﻓﻲ اﻟﻌﻤﺮﺓ، ﻓﺄﺫﻥ ﻟﻲ، ﻭﻗﺎﻝ: “ﻻ ﺗﻨﺴﻨﺎ ﻳﺎ ﺃﺧﻲ ﻣﻦ ﺩﻋﺎﺋﻚ” ﻓﻘﺎﻝ ﻛﻠﻤﺔ ﻣﺎ ﻳﺴﺮﻧﻲ ﺃﻥ ﻟﻲ ﺑﻬﺎ اﻟﺪﻧﻴﺎ.
ﻭﻓﻲ ﺭﻭاﻳﺔ ﻗﺎﻝ: “ﺃﺷﺮﻛﻨﺎ ﻳﺎ ﺃﺧﻲ ﻓﻲ ﺩﻋﺎﺋﻚ” ﻗﺎﻝ اﻟﺘﺮﻣﺬﻱ: ﺣﺪﻳﺚ ﺣﺴﻦ ﺻﺤﻴﺢ.

Artinya: Diriwayatkan dari sahabat :Umar bin Khattab, ia berkata: Aku meminta izin kepada Nabi dalam urusan Umrah, kemudian Nabi mengizinkanku, lalu Nabi berpesan: Jangan lupa mendoakanku wahai saudaraku. Umar berkata: Kalimat yang sangat membahagiakanku di Dunia ini. Dalam riwayat lain Nabi bersabda: tolong ikut sertakan kami dalam doamu. Imam Tirmidzi berkata: hadis ini termasuk kategori hadis Hasan Shohih.

Dalam keterangan kitab Aunu al-Ma’bud karya Abi Dawud dinyatakan bahwa di dalam hadis ini ada beberapa hal yang perlu dijelaskan. Pertama, memperlihatkan kerendahan hati sebagai seorang hamba. Kedua, Anjuran untuk selalu mendoakan orang lain, maupun orang Sholeh. Ketiga, tak merasa rendah diri, untuk selalu berdoa.

Dari penjelasan diatas menjadi jelas bahwa meminta doa dari orang lain sangatlah penting, karena kita tak tahu doa siapa yang dikabulkan, lebih-lebih orang Sholeh yang taat ibadah.

Gg. Mujair 06, 03-09-2018.

Bagikan

Tinggalkan Balasan