Anjuran Mendamaikan Mukmin yang Berseteru, Belajar dari Tafsir Al-Hujurat 10

.

Allah menciptakan manusia dan memberikan anugerah kepadanya berupa akal dengan kemampuan yang berbeda-beda. Dalam berinteraksi sosial seringkali terjadi perbedaan pendapat maupun pilihan yang menjadi faktor penyebab terjadinya gesekan di masyarakat sampai kadang memakan korban.

Umat Islam sendiri seringkali berbenturan dengan sesama muslim lainnya disebabkan harta, tahta, wanita atau ada kepentingan lainnya. Saat terjadi konflik, kerusuhan dimana-mana maka dibutuhkan peran dari tokoh-tokoh yang mampu mendamaikan keduanya bukan memperkeruh situasi dan memperpanas keadaan. Perintah ini sesuai dengan ayat Al-Qur’an yang berbunyi,

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ (10)

Artinya:
Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat. (QS. Al-Hujurat 10).

Menurut Imam al-Qurthubi dalam Tafsirnya menjelaskan bahwa ayat ini sebagai petunjuk bahwa sesama orang yang beriman (mukmin) itu bersaudara bila ditinjau dari sudut agama bukan dari segi nasab. Karena persaudaraan dalam keluarga terkadang putus disebabkan berbeda dalam urusan keyakinan.

Ayat diatas juga berisi tentang anjuran untuk mendamaikan dua kelompok atau golongan yang sedang berseteru, saling bermusuhan seperti yang dilakukan oleh suku Khazraj dan Aus selama bertahun-tahun.

Sedangkan menurut Imam Ibnu Katsir menjelaskannya bahwa di akhir ayat ini terdapat perintah untuk bertakwa dengan tujuan agar manusia mendapatkan rahmat, kasih sayang dari Allah SWT bukan mendapatkan adzab atau murka dari-Nya.

Orang yang mau mendamaikan dua orang atau golongan yang bersengketa, berselisih paham maka ia akan mendapatkan pahala amalan yang mengalahkan ibadah-ibadah Sunnah seperti shalat sunnah atau puasa. Maka dari itu, agar umat Islam menjadi umat yang tangguh dibutuhkan dukungan dan doa semua pihak sehingga terwujud kebaikan bersama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *