Apa yang harus dilakukan saat Kita Difitnah atau Dizolimi?

Saat difitnah atau dizolimi memang rasanya sangat sakit. Seolah-olah kita melakukan hal yang sangat salah. Manusia memang tempatnya salah, tapi jika kita disalahkan atas segala sesuatu yang tidak kita lakukan rasanya seperti ditimpakan kotoran ke kepala kita tanpa sepengetahuan kita. Perasaan sakit, mungkin malu, sesak, semua bercampur berkecamuk dalam dada. Tapi apa daya jika fitnah itu telah menyebar. Apa yang sebaiknya kita lakukan?

  1. Tetap tenang dan menjaga emosi
  2. Jangan membalas orang yang memfitnah
  3. Jangan merasa takut dan terintimidasi jika lingkungan tak mendukung
  4. Perbanyak beristighfar
  5. Maafkan

Sejatinya, Islam membolehkan membalas seperti dijelaskan dalam Quran surah assyuura ayat 40-43. Dengan syarat yang tentu harus diberlakukan. Bagaimana?

وَجَزَاءُ سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِثْلُهَا فَمَنْ عَفَا وَأَصْلَحَ فَأَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الظَّالِمِينَ (40) وَلَمَنِ انْتَصَرَ بَعْدَ ظُلْمِهِ فَأُولَئِكَ مَا عَلَيْهِمْ مِنْ سَبِيلٍ (41) إِنَّمَا السَّبِيلُ عَلَى الَّذِينَ يَظْلِمُونَ النَّاسَ وَيَبْغُونَ فِي الأرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ أُولَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ (42) وَلَمَنْ صَبَرَ وَغَفَرَ إِنَّ ذَلِكَ لَمِنْ عَزْمِ الأمُورِ (43

Artinya:

Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa. Maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik. pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim. Dan sesungguhnya orang-orang yang membela diri sesudah teraniaya, tidak ada suatu dosa pun atas mereka. Sesungguhnya dosa itu atas orang-orang yang berbuat zalim kepada manusia dan melampaui batas di muka bumi tanpa hak. Mereka itu mendapat azab yang pedih. Tetapi orang yang bersabar dan memaafkan, sesungguhnya (perbuatan) yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan.


Juga dalam surah Al-Baqarah: 194


{فَمَنِ اعْتَدَى عَلَيْكُمْ فَاعْتَدُوا عَلَيْهِ بِمِثْلِ مَا اعْتَدَى عَلَيْكُمْ}

Artinya:

Oleh sebab itu, barang siapa yang menyerang kamu, maka seranglah ia seimbang dengan serangannya terhadapmu. (Al-Baqarah: 194)

Semakna pula dengan firman-Nya:

{وَإِنْ عَاقَبْتُمْ فَعَاقِبُوا بِمِثْلِ مَا عُوقِبْتُمْ بِهِ وَلَئِنْ صَبَرْتُمْ لَهُوَ خَيْرٌ لِلصَّابِرِينَ

Artinya:

Dan jika kamu memberikan balasan, maka balaslah dengan balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu. (An-Nahl: 126).

Dengan syarat keseimbangan perlu diutamakan. Namun yang lebih utama tetaplah memaafkan. Biar tangan Allah yang bekerja. Karena Allah sebaik-baik pemberi balasan. Dan Allah bersama orang-orang yang sabar.

Siti Rohimah, S.S.I

Seorang yang tertarik di bidang sastra dan literasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *