Kajian Islam

Belajar Kehidupan dari Para Nabi

Salah satu rukun iman adalah beriman kepada para rasul yang bertugas untuk menyampaikan risalah kepada umat manusia. Hal ini bertujuan agar ajaran-ajaran agama mampu membawa keadilan dan perdamaian bagi umat manusia.

Ada beberapa kriteria perihal kehidupan serta kemulian para Nabi dan Rasul yang perlu dicermati dan diikuti oleh manusia sehingga menjadi panduan mudah untuk diaplikasikan dalam kehidupan nyata.

Baca: http://masholeh.com/nabi-musa-berharap-mendapatkan-kedudukan-mulia-seperti-orang/

Imam Ar-Razi dalam tafsirnya Mafatih al-Ghaib memaparkan kemuliaan yang diberikan kepada para Nabi dan Rasul.

Pertama, Para Nabi yang diberikan kekuasaan sebagai raja dan memiliki pengaruh besar misalnya Nabi Dawud dan anaknya Nabi Sulaiman.

Kedua, Nabi yang diuji oleh Allah dengan ujian yang sangat dahsyat seperti Nabi Ayyub.

Baca: http://masholeh.com/nasehat-nabi-sulaiman-agar-mendapatkan-kemuliaan-di-dunia/

Ketiga, Nabi yang mendapatkan ujian besar kemudian mendapatkan kedudukan yang mulia setelahnya seperti Nabi Yusuf.

Keempat, memiliki kekuatan mukjizat yang ampuh serta Argumentasi yang mematikan seperti Nabi Musa dan Nabi Harun.

Kelima, Nabi yang sangat Zuhud tak tergiur gemerlapan dunia dan tak gila pengikut seperti Nabi Zakaria, Yahya, Isa, dan Ilyas.

Baca: http://masholeh.com/selain-nabi-isa-dajjal-juga-dijuluki-al-masih/

Keenam, Nabi yang tak memiliki pengikut atau umat seperti Nabi Ismail dan Ilyasa’.

Dari sini kiranya manusia harus banyak belajar kepada para Nabi dan Rasul terdahulu agar hidupnya semakin baik dan terarah sehingga tambah berkah.

Pantai Anyer, 04 Juli 2019

Bagikan

Seorang penggiat literasi, serta aktif di kajian ISMA' Center (Islami Studies and Maqasid Al-Syariah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *