Belajar dengan Guru akan Membawa Keberkahan, Ini 4 Klasifikasinya menurut Abuya Dimyati Banten - masholeh.com
0 views

Belajar dengan Guru akan Membawa Keberkahan, Ini 4 Klasifikasinya menurut Abuya Dimyati Banten

Seorang Ulama’ dari Banten yang bernama Abuya Dimyati dalam salah satu karyanya, Rasnu al-Qosri fi Khosoisi Khizbi al-Bahri menjelaskan bahwa Rizki ada dua kategori. Pertama, rizki lahir, berupa kesehatan, dan kekuatan sehingga mampu beraktifitas dalam sehari-hari. Kedua, rizki batin, yang berupa ilmu pengetahuan sebagai penguat ruhani kita agar kuat menghadapi apapun.

ajaran agama, syarat pendakwah

ajaran agama

Ilmu pengetahuan yang kita peroleh setiap saat, lewat membaca, mendengarkan pengajian di Masjid, Musolla, atau di bangku sekolah, kuliah, merupakan nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT kepada manusia.

Seorang Ulama’ dari Banten yang bernama Abuya Dimyati dalam salah satu karyanya, Rasnu al-Qosri fi Khosoisi Khizbi al-Bahri menjelaskan bahwa Rizki ada dua kategori. Pertama, rizki lahir, berupa kesehatan, dan kekuatan sehingga mampu beraktifitas dalam sehari-hari. Kedua, rizki batin, yang berupa ilmu pengetahuan sebagai penguat ruhani kita agar kuat menghadapi apapun.

Dalam urusan ilmu, ada beberapa klasifikasi seseorang yang ngaji atau sedang belajar dengan seorang guru, setidaknya ada empat kategori:

baca juga:

Ilmu Menurut Imam Ar Razi dalam Tafsirnya Mafatih Al Ghaib

Pertama. Orang yang belajar dengan guru tanpa membaca suatu kitab apapun, ia belajar hanya untuk tujuan tabarruk (mengambil berkah) nya saja. Pertanyaannya adalah, seberapa penting belajar hanya untuk tabbaruk?

Jawabannya seperti yang telah dilakukan Abdullah bin Abbas yang didoakan khusus oleh Nabi Muhammad SAW, karena beliau menyiapkan air wudlu untuknya, seperti keterangan yang ada di kitab Shohih al-Bukhori.

Kedua. Orang yang bertabarruk (mengambil berkah) disertai membaca sebuah kitab tanpa dikupas maknanya, tak dijelaskan secara mendetail.

Ketiga. Orang yang belajar dari guru dengan membaca sebuah kitab disetai penjelasan artinya, serta lengkap penjelasannya.

baca juga:

Ini Penyebab Ilmu seseorang tak Berkah

Keempat. Orang yang belajar dengan seorang guru, dengan menjelaskan arti kitab yang dikaji, dikupas secara mendetail, serta dibimbing secara ruhani oleh sang guru, agar menjadi orang yang berakhlak yang mulia, serta mencerminkan cahaya ilmu yang ia kaji. Kategori yang keempat ini sangat sedikit sekali terutama di zaman saat ini.

Imam Bukhari dalam Kitab Shahih al-Bukhari mengutip perkataan Umar bin Khattab:


ﺗﻔﻘﻬﻮا ﻗﺒﻞ ﺃﻥ ﺗﺴﻮﺩﻭا

Artinya: Belajarlah dengan sungguh-sungguh sebelum kamu menjadi seorang pemimpin.
Hal senada juga disampaikan oleh Imam Syafi’i:

ﺗﻔﻘﻪ ﻗﺒﻞ ﺃﻥ ﺗﺮﺃﺱ ﻓﺈﺫا ﺭﺃﺳﺖ ﻓﻼ ﺳﺒﻴﻞ ﺇﻟﻰ اﻟﺘﻔﻘﻪ.

Artinya: Belajarlah sebelum menjadi seorang pemimpin, jika kamu telah menjadi seorang pemimpin maka tak ada waktu lagi untuk belajar.

Maka dari itu belajar sangat penting bagi kehidupan. Untuk mendapatkannya harus mengikuti tips yang telah dipaparkan diatas.

baca juga:

Nasehat Imam Nawawi kepada Para Pendakwah agar tak Berlebih-lebihan dalam Menyampaikan Ilmunya

Di zaman yang serba canggih ini, untuk mengakses data, baik yang berkaitan dengan hukum sebuah permasalahan atau problematika kehidupan harus hati-hati, tak asal mendengar ceramah dari youtube, atau membaca sebuah artikel, sudah berani mengeluarkan sebuah fatwa hukum, atau sudah merasa paling menguasai segala-galanya. Hal ini bertujuan  agar terhindar dari pemahaman yang dangkal atau pun pemahaman yang setengah-setengah, maka diperlukan belajar langsung, walaupun secara online dengan seorang guru yang akan mengarahkan ke jalan kebenaran, serta menambah keberkahan ilmunya, semakin berkembang, dan banyak manfaatnya.

Moh Afif Sholeh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *