Belajar Menejemen Konfik dari Rasulullah (1)

Konflik menurut KBBI adalah percekcokan, perselisihan, pertentangan. Tak semua konflik menjadi penyebab kehancuran tapi bisa menjadi hal yang menguntungkan tergantung individu maupun kelompok mampu memenejemen atau mengatur dengan baik atau tidak.

Nabi Muhammad sebagai seorang Rasul memiliki tugas untuk berdakwah atau mengajak kebaikan kepada umatnya agar hidupnya terarah serta tak salah. Beliau sangat santun menghadapi, melayani kaumnya walau penuh rintangan yang menghadang.

Gelar al Amin (orang yang terpercaya) melekat pada diri beliau karena mampu menjaga amanah serta mampu menegakkakn keadilan di masyarakat. Beliau tidak hanya menjadi  pemersatu, pembawa berita damai, juga sebagai insiator perdamaian baik antar suku, ras, bahkan dalam ranah keluarga.

Suatu ketika salah satu sahabat nabi yang bernama Yazid bin Al Akhnas mengeluarkan beberapa dinar untuk disedekakhkan, ia meletakkan uang tersebut di dekat orang yang sedang di masjid. Lantas puteranya yang bernama Ma’an bin Yazid mengambil uang tersebut.

jaga lisan, cara memanggil
Belajar Menejemen Konfik dari Rasulullah (1)

Melihat kejadian ini, Yazid selaku sang Ayah menegur puteranya:

“Apa yang kamu inginkan dari uang tersebut?”

Akhirnya Yazid mengadukan hal ini kepada Rasulullah. Dengan sikap bijaksana yang dimiliki beliau, konflik antara anak dan ayahnya terselesaikan dengan baik tanpa ada gesekan sedikit pun.

Ini jawaban Nabi setelah mendengar aduan dari sahabat tersebut:

لَكَ مَا نويْتَ يَا يَزِيدُ، وَلَكَ مَا أَخذْتَ يَا مَعْنُ “رواهُ البخاريُّ

Bagimu pahala sedekah yang telah kau niatkan wahai Yazid, dan apa yang kamu ambil menjadi milikmu wahai Ma’an.(HR. Bukhari).

Menurut imam Ibnu Al Battal (w.449 H) dalam kitab Syarah Al Bukhari menjelaskan bahwa para ulama sepakat bahwa tak diperbolehkah memberikan zakat kepada anak atau kepada ayahnya jika nafkah mereka masih menjadi tanggungan dirinya. Namun diperbolehkan mengeluarkan sedekah sunnah kepada orang yang menjadi tanggung jawab dirinya.

baca juga: Penyebab Runtuhnya Daulah Umayyah

Begitu juga seseorang dianjurkan sedekah kepada kerabat terdekat karena akan mendapatkan dua lipat pahala. Pertama, sebagai ajang penyambung tali silaturrahmi. Kedua, akan mendapatkan pahala sedekah.

Bila dikaji secara mendalam, betapa bijaksananya Rasulullah dalam menyelesaikan konflik keluarga antara anak dan ayahnya dengan cara yang adil. Rasulullah mengajarkan kepada umatnya agar konflik, perbedaan tak usah dibesar-besarkan tapi dicari penyelesaiannya dengan baik yaitu mencoba mendengarkan, mengakomodir kedua pihak yang bersengketa, bermasalah sehingga keduannya merasa mendapatkan keadilan yang sama dan merata.

Sayangnya saat ini, di masyarakat sekitar sering terjadi konflik antara anak dan orang tuanya sampai baku hantam bahkan nyawa sampai melayang, kalau pun tidak penjara menjadi taruhannya. Sungguh sangat memprihatinkan.