Shalat, taubat, ibadah, sujud

Belajar Menejemen Konfik dari Rasulullah (2)

Rasulullah diutus ke muka bumi ini untuk membawa Rahmat kepada siapapun bukan untuk melaknat apalagi untuk menyakiti orang lain. Daya tarik ini membawa simpati kepada banyak kalangan baik pejabat maupun rakyat.

Saat Rasulullah masih hidup, para sahabat saat menemui kendala tentang problematika kehidupan, mereka  menanyakan secara langsung kepada beliau. Kemudian Rasulullah memberikan solusi bagaimana seharusnya menyikapi masalah tersebut.

Sekecil apapun perbedaan di kalangan sahabat dalam memahami ajaran Islam  beliau selalu memediasi konflik yang muncul sehingga perbedaan diubah menjadi titik persamaan bukan memperbesar perbedaan.

Belajar Menejemen Konfik dari Rasulullah (2)
Belajar Menejemen Konfik dari Rasulullah (2)

Misalnya saat Rasullullah menerima aduan dari dua golongan sahabat yang berbeda pendapat terkait cara menyikapi pesan beliau terkait shalat ashar di Bani Quraidhah.

Hal ini sesuai penjelasan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Al Bukhari

عَنِ ابْنِ عُمَرَ ، قَالَ : قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَنَا لَمَّا رَجَعَ مِنَ الأَحْزَابِ : لاَ يُصَلِّيَنَّ أَحَدٌ العَصْرَ إِلَّا فِي بَنِي قُرَيْظَةَ فَأَدْرَكَ بَعْضَهُمُ العَصْرُ فِي الطَّرِيقِ ، فَقَالَ بَعْضُهُمْ : لاَ نُصَلِّي حَتَّى نَأْتِيَهَا ، وَقَالَ بَعْضُهُمْ : بَلْ نُصَلِّي ، لَمْ يُرَدْ مِنَّا ذَلِكَ ، فَذُكِرَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، فَلَمْ يُعَنِّفْ وَاحِدًا مِنْهُمْ. رواه البخاري

Artinya: Diriwayatkan dari Ibnu Umar berkata: Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam bersabda kepada kami saat kembali dari perang Ahzab: Janganlah seseorang shalat ashar kecuali di Bani Quraidhah. Sebagian golongan melakukan shalat ashar saat di perjalanan. Sebagian golongan berkata: kami tak akan shalat Ashar kecuali telah memasuki daerah Quraidhah. Sebagian lagi berpendapat: Kita shalat terlebih dahulu. Dari sini kami tak menentang pendapat satu dengan yang lain. Setelah mereka bertemu Rasulullah lantas mereka menyampaikan masalah tersebut dan Rasulullah tak menyalahkan kedua pendapat ini. (HR. Bukhari).

Dr Jabir Taha Alwan dalam Adab Al Ikhtilaf fil Islam menjelaskan bahwa dalam memahami hadis ini, para sahabat berbeda pendapat. Pertama, para sahabat yang mengambil dhahirnya hadist atau ibaratun Nash berpendapat bahwa mereka akan melakukan shalat ashar saat di Bani Quraidhah walau waktu shalat Ashar telah lewat. Kedua, Sahabat yang melakukan shalat Ashar di perjalanan dikarenakan waktu Ashar hampir habis.

Baca juga: Belajar Menejemen Konfik dari Rasulullah (1)

Menyikapi Kedua pendapat tersebut, Rasulullah sangat bijaksana dalam mengatasi masalah ini. Beliau membenarkan keduanya sehingga perbedaan pemahaman diantara sahabat menjadi rahmat bukan menjadi sumber permusuhan yang berkepanjangan.

Dari sini terlihat sikap bijaksana dan kesantunan yang diperlihatkan Rasulullah untuk menghargai perbedaan serta tak memaksakan pendapat satu dengan yang lain.

 

 

 

Moh Afif Sholeh, M.Ag.

Seorang penggiat literasi, serta aktif di kajian ISMA' Center (Islami Studies and Maqasid Al-Syariah)