Benarkah Ahli Surga Menyantap Hidangan Seperti Orang Kelaparan?

Kenikmatan Surga tak bisa dibayangkan oleh logika manusia, semua keinginan yang ia harapkan terkabulkan juga segala permintaan diberikan secara langsung, kontan tak seperti di dunia ada yang menggunakan sistem  kredit.

Ahli surga meyantap berbagai hidangan makanan dan minuman yang telah  tersedia, mereka tak akan membuang hajat atau kotoran sedikitpun.

Yang menjadi pertanyaan adalah, Benarkah Ahli Surga Menyantap Hidangan Seperti Orang Kelaparan?

Dalam Fatawa Imam Nawawi yang berjudul al-Masail al-Mansurah, beliau menjelaskan,

يأكلون بشهوة، ويلتذون بالأكل بسببها، لا بشهوةِ جوع، قال الله تعالى: {إِنَّ لَكَ أَلَّا تَجُوعَ فِيهَا وَلَا تَعْرَى}  ولو كان بغير شهوة بالكلية لم يكن فيه لذةٌ.

Ahli Surga memakan hidangan dengan lahapnya, serta menikmati kelezatan makanannya dengan selera yang tinggi, hal ini bukan karena faktor kelaparan. Hal ini seperti firman Allah yang artinya: “Sesungguhnya kamu tidak akan kelaparan di dalamnya dan tidak akan telanjang.” (QS. Taha:118). Seumpama mereka menikmati hidangan tanpa adanya selera makan  maka akan kurang lezat atau kurang nikmat.

Dari penjelasan ini dapat dipahami bahwa kenikmatan surga tak seperti kenikmatan di dunia. Orang akan merasakan nikmatnya makanan ketika ia sedang lapar. Berbeda dengan kenikmatan di Surga, penghuninya merasakan hidangan yang sama tapi selalu berbeda  rasanya, seperti dalam Surat Al-Baqarah: 25,

كُلَّمَا رُزِقُوا مِنْهَا مِنْ ثَمَرَةٍ رِزْقًا ۙ قَالُوا هَٰذَا الَّذِي رُزِقْنَا مِنْ قَبْلُۖوَأُتُوا بِهِ مُتَشَابِهًا ۖ

Artinya: “Setiap mereka diberi rezeki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan: “Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu”. Mereka diberi buah-buahan yang serupa,”

 

Semoga kita dimudahkan jalan untuk mendapatkan kenikmatan Surga. Amin.

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *