Benarkah Dunia ini sebagai Penjara Orang Mukmin? Ini Penjelasannya

Orang yang beriman di dunia ini memang banyak aturan yang harus dijalankan serta banyak larangan yang harus ditinggalkan karena ada hikmah yang didalamnya. Apa betul dunia ini penjara seorang mukmin?

Dunia merupakan tempat ‘mampir’ manusia menuju alam yang akan ia lalui. Disana juga sebagai ladang mengais rezeki dan amal perbuatan manusia sebagai bekal menuju alam setelahnya, maka sangat beruntung orang yang menyiapkan bekalnya sebanyak-banyaknya demi tujuan jarak panjang yang selalu menantang. Sebaliknya orang yang lupa akan tujuan akan tergiur dengan gemerlapan dunia yang megah, selalu mempesona bagi pengunjungnya.

Orang yang beriman sadar betul bahwa dunia ini penuh rambu-rambu yang harus ditaati, larangan-larangannya harus diperhatikan agar tak merugi dikemudian hari. Dalam sebuah Hadis Nabi yang diriwayatkan oleh Sahabat Abu Hurairah:

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « الدُّنْيَا سِجْنُ الْمُؤْمِنِ وَجَنَّةُ الْكَافِرِ. (رَوَاهُ مُسْلِمٌ)

Artinya: diriwayatkan dari Abi Hurairah, ia berkata: rasulullah bersabda: “Dunia ini bagai penjara bagi oang Mukmin dan Surga bagi orang yang inkar (Kafir). (HR.Muslim).

Imam Suyuti dalam Syarah Suyuti ala Muslim mengutip penjelasan Imam Nawawi bahwa orang mukmin terpenjara di dunianya, terhalangi dari segala keinginan lebih (syahwat) yang terlarang (Haram) atau yang makruh serta terbebani oleh kewajiban dengan menjalankan ketaatan. Ketika manusia sudah meninggal maka sudah terlepasa dari segala kewajiban, ia tinggal beristirahat menikmati pahala yang telah dilakukannya. Sedangkan orang yang tak beriman akan menikmati hasil jerih payah dunia yang ia dapatkan di dunianya saja, serta di akhirat tak mendapatkan kenikmatan apapun alias merugi.

Imam al-Mula Ali al-Qari dalam Mirqat al-Mafatih Syarah Misykat al-Mashabih menjelaskan bahwa orang mukmin harus bersabar dalam menjalankan perintah Allah serta ridha akan ketentuan (Qadha’) dan Qadarnya. Hal ini sesuai dengan Hadis Qudsi yang berbunyi:

مَنْ لَمْ يَرْضَ بِقَضَائِي ، وَيَصْبِرْ عَلَى بَلائِي ، فَلْيَلْتَمِسْ رَبًّا سِوَايَ . رَوَاهُ التِرْمِذِيُّ

Artinya: Barangsiapa yang tak ridha akan keputusanku (Qadha’) serta tak sabar menghadapi ujianku maka carilah Tuhan selain Aku. (HR. Tirmidzi)

 Dari sini menjadi jelas bahwa orang yang beriman di dunia ini memang banyak aturan yang harus dijalankan serta banyak larangan yang harus ditinggalkan karena ada hikmah yang didalamnya. Bila manusia memahami tujuan hidupnya maka ia akan merasakan betapa Allah sayang kepada manusia dengan memberikan nikmat yang banyak sekali supaya manusia mau mensyukuri-Nya. Hal ini bertujuan agar di akhirat manusia juga merasakan nikmat yang melebihi nikmat dunia yang menggiurkan ini.

 

Leave a Reply