Benarkah Nabi Adam Diciptakan pada Hari Jum’at?

Manusia pertama yang diciptakan oleh Allah di dunia ini adalah Nabi Adam Alaihissalam. Penamaan Adam disebabkan dirinya diciptakan dari tanah.

Imam Thabari dalam Tafsirnya mengutip pendapat Sa’id bin Jubair yang berbunyi:

خُلق آدم من أديم الأرض، فسمِّي آدم

Nabi Adam diciptakan kulit tanah sehingga dinamakan Adam.

Yang menjadi pertanyaan adalah benarkah Nabi Adam diciptakan pada hari Jum’at?

Ada penjelasan dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Muslim yaitu:

ﻭﻋﻦ ﺃﺑﻲ ﻫﺮﻳﺮﺓ ﺭﺿﻲ اﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ، ﻗﺎﻝ: ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ: “ﺧﻴﺮ ﻳﻮﻡ ﻃﻠﻌﺖ ﻋﻠﻴﻪ اﻟﺸﻤﺲ ﻳﻮﻡ اﻟﺠﻤﻌﺔ: ﻓﻴﻪ ﺧﻠﻖ ﺁﺩﻡ، ﻭﻓﻴﻪ ﺃﺩﺧﻞ اﻟﺠﻨﺔ، ﻭﻓﻴﻪ ﺃﺧﺮﺝ ﻣﻨﻬﺎ” ﺭﻭاﻩ ﻣﺴﻠﻢ.

Artinya: Diriwayatkan dari Abi Hurairah Radhiyallahu Anhu berkata: Rasulullah shalallahu alaihi wassalam bersabda: Sebaik-baiknya hari selagi matahari bersinar yaitu hari Jum’at. Pada hari itu Nabi Adam diciptakan begitu juga ia akan dimasukkan ke surga dan pada hari itu ia dikeluarkan darinya. (HR. Muslim).

Menurut Imam Al Munawi dalam kitab Faidhul Qadir menjelaskan bahwa pada hari Jum’at Nabi Adam dikeluarkan dari surga sebagai sebab lahir keturunan darinya ke dunia ini ada yang menjadi Nabi, Wali dan juga untuk memakmurkan bumi serta sebagai sarana diturunkannya kitab suci sebagai pedoman umat manusia.

Sedangkan menurut Syeh Nawawi dalam kitab Nashaihul Ibad mengutip perkataan Imam Muhammad Ad-Duri yang menjelaskan bahwa Nabi Adam menjadi manusia yang beruntung dikarenakan lima hal yang ia lakukan.


Benarkah Nabi Adam Diciptakan pada Hari Jum’at?

Pertama. Nabi Adam mengakui kesalahan saat berbuat dosa.

Kedua. Ia menyesali kesalahan yang ia perbuat.

Ketiga. Nabi Adam mencela dirinya sendiri saat berbuat kesalahan.

Keempat. Segera bertaubat serta memperbaiki diri.

Kelima. Tak berputus asa atas Rahmat Allah.


Dari penjelasan ini, hari Jum’at memiliki banyak keistimewaan terutama hari yang sangat berkesan bagi bapak dari seluruh umat manusia.

Moh Afif Sholeh, M.Ag.

Seorang penggiat literasi, serta aktif di kajian ISMA' Center (Islami Studies and Maqasid Al-Syariah)