Berdoa dalam Shalat Menggunakan Bahasa Sendiri, Bolehkah? - masholeh.com
0 views

Berdoa dalam Shalat Menggunakan Bahasa Sendiri, Bolehkah?

Shalat merupakan kewajiban bagi umat islam, ada syarat dan rukun yang harus dipenuhi. Didalamnya juga ada hal-hal yang sangat dianjurkan untuk dilakukan, diantaranya adalah berdoa di dalam shalat.

Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana hukum berdoa dalam Shalat dengan menggunakan bahasa sendiri?

shalat jamaah

shalat jamaah

Shalat merupakan kewajiban bagi umat islam, ada syarat dan rukun yang harus dipenuhi. Didalamnya juga ada hal-hal yang sangat dianjurkan untuk dilakukan, diantaranya adalah berdoa di dalam shalat.

Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana hukum berdoa dalam Shalat dengan menggunakan bahasa sendiri?

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Bulugul Maram mengutip sebuah sebuah hadist Nabi:

وعن فضالة بن عبيد رضي الله تعالى عنه قال: سمع رسول الله صلى الله عليه وسلم رجلاً يدعو في صلاته، ولم يحمد الله؛ ولم يصلِّ على النبي صلى الله عليه وسلم، فقال: عجل هذا! ثم دعاه فقال: إذا صلى أحدكم فليبدأ بتحميد ربه والثناء عليه، ثم يصلي على النبي صلى الله عليه وسلم، ثم يدعو بما شاء) ، رواه أحمد والثلاثة، وصححه الترمذي وابن حبان والحاكم

Artinya: “ Diriwayatkan dari Fadhalah bin Abid RA, ia berkata: Rasulullah mendengar seseorang yang berdoa dalam shalat tetapi ia tak memulai dengan hamdalah, dan bershalawat kepada Nabi. Lantas Nabi berkomentar: “orang ini terlalu terburu-buru, kemudian Nabi memanggilnya dan menasehatinya:”jika salah satu dari kalian berdoa maka awali dengan memuji kepada Allah, kemudian membaca shalawat kepada Nabi, lalu berdoa sesuai keinginanmu. (HR Ahmad, Imam Abu Dawud, Imam Tirmidzi, Imam an-Nasa’i. dan dishahihkan Imam Tirmidzi, Imam Ibnu Hibban dan Imam Hakim)

Hadist diatas merupakan penjelasan akan tata cara atau berdoa kepada Allah harus dimulai dengan Hamdalah atau memuji kepadanya terlebih dahulu, kemudian membaca shalawat kepada Nabi, kemudian berdoa sesuai hajat keinginannnya, namun yang menjadi doanya adalah tak boleh menyerupai bahasa yang sering digunakan oleh masyarakat, misalnya diwaktu sujud, orang yang shalat berdoa agar mendapatkan jodoh dengan si fulanah maka shalatnya menjadi batal.

Didalam Fatawa Dar al-Ifta’ al-Misriyyah ada keterangan yang menjelaskan bahwa doa dengan menggunakan bahasa yang dipakai masyarakat maka akan membatalkan shalatnya.

اذا صلى أحدكم فليبدأ بتحميد الله عز وجل والثناء عليه ثم ليصل على النبى ثم ليدع بعد ما شاء على أن يكون الدعاء فى الصلاة بما يشبه ألفاظ القرآن والسنة لأن الدعاء فيها بما يشبه كلام الناس مثل اللهم زوجنى فلانة يبطل الصلاة لقوله عليه الصلاة والسلام ان صلاتنا هذه لا يصح فيها شىء من كلام الناس

jika salah satu dari kalian berdoa maka awali dengan memuji kepada Allah, kemudian membaca shalawat kepada Nabi, lalu berdoa sesuai keinginanmu. Dan doa dalam shalat harus sesuai dalam al-Qur’an atau dalam hadist. Bila doa yang menyerupai perkataan manusia seperti: “Ya Allah, Tolong nikahkan aku dengan si fulanah.” Maka shalatnya menjadi batal. Hal ini sesuai hadist yang menjelaskan bahwa shalat akan menjadi batal bila dicampur dengan perkataan manusia.

Dari sini hukumnya jelas bahwa berdoa dalam shalat menggunakan bahasa sendiri atau menyerupai bahasa manusia maka akan membatalkan shalat. Maka dari itu hati-hati dalam berdoa, perdalam ilmu agar niat baik tak menjadi keliru.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *