Berhenti Membully Ciptaan-Nya

Sering kali kita mendengar gunjingan orang yang mengekspresikan kekesalan maupun kegagalan dengan menyebut nama hewan penghuni kebun binatang, seperti kata” A***g, b**I, k****t, w***S dan lain sebagainya. Hal ini sangat

disayangkan, bila kita berfikir secara jernih berarti telah mem-bully atau mengatakan hal yang tidak menyenangkan terhadap hewan yang tidak bersalah. Sungguh sangat disayangkan. Padahal Allah menciptakan makhluknya tidaklah sia-sia, seperti dalam potongan ayat dalam Surat Ali Imran: 191:

رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا

Artinya: wahai Tuhan kami, tidaklah engkau menciptakan ini(makhluk) secara sia-sia.

Menurut Imam Thabari dalam tafsirnya menjelaskan bahwa Allah tidak menciptakan makhluknya secara sia-sia atau tanpa ada tujuan, tapi semua mengandung petuah atau hikmah yang terkandung di dalamnya, bahkan Imam Ibnu Kasir dalam tafsirnya menyatakan bahwa penciptaan makhluk ini mengandung sebuah kebenaran, serta bertujuan untuk mengingatkan kepada manusia bahwa Allah akan membalas perbuatan yang dilakukan manusia, baik dan buruk, inkar terhadap ciptaan atau mengimaniNya.

Dari penjelasan diatas sudah jelas, bahwa orang yang sering mengungkapkan kekesalan dalam dirinya dengan menyalahkan ciptaannya, baik manusia maupun hewan sangat dilarang, karena orang yang menghina ciptaanNya sama saja menghina penciptanya.

Maka dari itu, bila manusia mengalami kegagalan dalam hidupnya, jangan cepat putus asa, tapi mecoba koreksi diri atas kegagalan itu, serta mengambil hikmah di dalamnya, karena ada pesan atau rahasia yang telah disiapkan oleh Allah agar manusia lebih mengenal kekurangan dalam dirinya, serta menggunakan semua aset berupa kesehatan dan kesempatan yang telah diberikan kepadanya, sehingga kekurangan itu menjadi sebuah kekuatan yang menjadi inspirasi dirinya dan orang lain, sehingga kegagalan berbuah menjadi keberhasilan yang dia impikan.

Ibnu Athoillah pernah memberika nasehat yang bijaksana tentang bagaimana memahami konsep kegagalan, yaitu:

رُبَمَا أَعْطَاكَ فَمَنَعَكَ، وَرُبَمَا مَنَعَكَ فَأَعْطَاكَ

Artinya: kadangkala Allah memberikanmu sesuatu, padahal itu sebuah penghalang bagi dirimu, sebaliknya kadangkala Allah menghalangi keinginanmu, padahal Dia telah menyiapkan keberuntunganmu.

Dari penjelasan ini, sebaiknya manusia bila di hadapkan sebuaha masalah jangan mudah menyalahkan orang lain, tapi beri’tikad baik kepada Allah dengan berusaha maksimal untuk menyelesaikannya.

Bagikan

Tinggalkan Balasan