Bersedekahlah, Mumpung Masih Ada Yang Mau Menerima - masholeh.com
0 views
sedekah

sedekah

Salah satu prilaku orang Islam adalah peduli akan nasib orang lain khususnya kepada sesama muslim. Kepedulian ini sebagai implementasi dari Hablum min an-Nas (hubungan sesama manusia) serta sebagai ungkapan rasa syukur atas anugerah yang telah diberikan oleh Allah kepadanya serta berterima kasih kepada orang lain. Pada hakikatnya manusia tak mampu hidup sendiri, ia pasti membutuhkan bantuan orang lain.

Salah satu tujuan bersedekah adalah untuk membersihkan jiwa dan harta serta sebagai sarana tolak dan bala’ yang akan menimpa dirinya maupun keluarganya.

Imam Bukhari dalam kitab Shahihnya mengutip sebuah Hadits Nabi yang berisi tentang akan datang suatu masa sedekah seseorang tak ada satupun yang mau menerimanya.

عن ﺣﺎﺭﺛﺔ ﺑﻦ ﻭﻫﺐ اﻟﺨﺰاﻋﻲ ﺭﺿﻲ اﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ، ﻳﻘﻮﻝ: ﺳﻤﻌﺖ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻳﻘﻮﻝ: ” ﺗﺼﺪﻗﻮا، ﻓﺳﻴﺄﺗﻲ ﻋﻠﻴﻜﻢ ﺯﻣﺎﻥ ﻳﻤﺸﻲ اﻟﺮﺟﻞ ﺑﺼﺪﻗﺘﻪ، ﻓﻴﻘﻮﻝ اﻟﺮﺟﻞ: ﻟﻮ ﺟﺌﺖ ﺑﻬﺎ ﺑﺎﻷﻣﺲ ﻟﻘﺒﻠﺘﻬﺎ ﻣﻨﻚ، ﻓﺄﻣﺎ اﻟﻴﻮﻡ ﻓﻼ ﺣﺎﺟﺔ ﻟﻲ ﻓﻴﻬﺎ. رواه البخاري

Artinya:” Diriwayatkan dari Harisah bin Wahab al-Khuza’i RA berkata:”Aku mendengar Nabi bersabda:”Bersedekahlah kalian karena akan datang suatu masa seseorang berjalan membawa sedekahnya. Lantas seseorang berkata:”Seumpama engkau datang kemarin, Aku akan menerima sedekahmu, tetapi Sekarang, aku sudah tak membutuhkannya. (HR. Bukhari).

Menurut Imam al-Munawi dalam Faidhul Qadir menjelaskan bahwa hadits ini mengajarkan kepada kita agar menyegerakan untuk bersedekah serta melarang menunda-nunda memberikan kepada orang yang berhak menerimanya. Sebagian ulama menjelaskan bahwa kejadian seperti yang diprediksi oleh Nabi saat Umar bin Abdul Aziz menjabat sebagai Khalifah. Saat ia memimpin, masyarakatnya tenteram dan tercukupi kebutuhannya sehingga tak butuh bantuan atau sedekah dari orang lain.

Dari penjelasan ini dapat dipahami bahwa Agama Islam menganjurkan umatnya agar saling berbagi dan peduli antara yang kaya dan miskin, antara pejabat dan rakyat sehingga tercipta kerukunan dan kenyamanan dalam bermasyarakat dan bernegara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *