Beruntung Lima Golongan Ini, Mendapatkan Kedudukan Mulia - masholeh.com
0 views

Beruntung Lima Golongan Ini, Mendapatkan Kedudukan Mulia

Orang yang sukses ketika mengalami kegagalan ia berusaha memperbaiki diri serta mengoreksi kekurangannya serta menjauhkan dari sikap putus asa. Allah sangat mencintai orang yang tak mudah putus asa.

Manusia yang mulia adalah yang tak mudah mengeluh kepada orang lain apalagi sampai merepotkannya karena harga diri seseorang akan bertambah berwibawa bilamana ia tak mudah mengadukan urusan ekonomi, persoalan keluarga kepada orang yang tak sesuai.

Orang yang sukses ketika mengalami kegagalan ia berusaha memperbaiki diri serta mengoreksi kekurangannya serta menjauhkan dari sikap putus asa. Allah sangat mencintai orang yang tak mudah putus asa.

Baca juga: http://masholeh.com/nabi-musa-berharap-mendapatkan-kedudukan-mulia-seperti-orang/

Manusia memang diharuskan untuk berusaha namun hasil akhir Allah yang menentukan, maka beruntung orang yang menyerahkan segala urusannya kepada Allah bukan mengandalkan usahanya atau berpangku kepada orang lain. Berapa banyak orang yang mengalami penyesalan dikarenakan terlalu berlebihan dalam menggantungkan dari usahanya atau kepada orang lain baik atasan maupun bawahannya.

Imam Qusyairi dalam risalahnya mengutip perkataan Syeh Sahal bin Abdullah yang menjelaskan bahwa ada lima golongan yang mendapatkan keistimewaan dikarenakan sikapnya yang mulia.

Baca juga: http://masholeh.com/nasehat-imam-as-syafii-agar-mulia-di-dunia-dan-akhirat/

Pertama, Orang yang sedang mengalami kekurangan dalam berbagai hal terutama dalam urusan materi tetapi ia selalu memperlihatkan sikap orang yang tercukupi dengan cara tak mengeluh apalagi meminta dikasihani oleh orang lain.

Kedua, Orang yang sedang mengalami kelaparan namun ia berusaha seperti orang yang kenyang, ia tak memperlihatkan sikap orang yang kelaparan.

Baca juga: http://masholeh.com/perbedaan-karakter-orang-mulia-dan-orang-hina/

Ketiga, Orang yang sedang merasakan kesedihan namun ia tak menampakkan kepada orang lain. Ia berusaha menutupi kesedihannya dengan memperlihatkan sikap tenang.

Keempat, Orang yang tak memperlihatkan sikap permusuhan kepada lawannya. Ia lebih memperlihatkan sikap empati dan simpati kepada musuhnya.

Kelima, Orang yang rajin berpuasa dan shalat malam tetapi tak memperlihatkan sikap lemah. Hal ini dilakukan agar terhindar dari sifat yang tak terpuji seperti untuk pamer atau untuk mencari sensasi.

Dari penjelasan ini, orang yang mendapatkan kemuliaan akan selalu optimis dalam menghadapi kehidupan dengan tak memperlihatkan sikap lemah serta tak mau menyusahkan orang lain. Hal ini disebabkan keberaniannya dalam bersikap yang menghantarkan dirinya menjadi orang yang mulia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.